oleh

Yonas Howay Buat Gugatan, Sebut Calon Ketua DPC Partai Demokrat Tidak Sesuai Mekanisme

SORONG,- Calon ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Sorong Yonas Howay, menilai proses Musyawarah Cabang (Muscab) partai Demokrat se-Papua Barat yang berlangsung di Kota Sorong, Papua Barat Kamis (9-12/6/22) lalu. Menetapkan calon ketua DPC partai Demokrat tidak sesuai dengan mekanisme yang ada.

Menurutnya kader yang ditetapkan sebagai ketua DPC partai Demokrat periode 2022 hingga 2027, bukanlah kader murni Demokrat melainkan kader Golkar.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya surat pengajuan yang dibuat oleh partai Golkar kepada Dewan Pimpinan Partai Demokrat, untuk menyatakan ketua DPC tersebut merupakan kader partai Demokrat dan tidak adanya pleno pemberhentian maupun pemecatan dan lainnya.

“Sesudah mendaftar di partai Demokrat jelang satu hari baru dia ajukan surat pengunduran diri, dalam tradisi partai Golkar kalau dia mengajukan permohonan pengunduran diri, berarti Golkar harusnya melakukan rapat pleno untuk memberhentikan. Termasuk cabut kartu keanggotaan partai baru dia bisa leluasa untuk mengikuti partai lain,” cetusnya.

Sebelumnya dalam proses pemilihan Yonas Howay mendapat dukungan lima suara dan lawannya mendapatkan dukungan empat suara, sehingga dalam penentuan keputusan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Forum pengambilan keputusan pada tingkat Muscab secara tidak langsung menetapkan calon terpilih, namun hanya adanya pengumpulan berkas yang akan dibawah ke Dewan Pimpinan Partai untuk mengeluarkan keputusan.

“Proses ini telah dilalui dengan tahapan penjaringan calon dan masuk pada Muscab yang telah dilewati, dalam tahapan tersebut kami mendapat dukungan suara dari DPAC Partai Demokrat tingkat Distrik,” kata Yonas Howay saat melakukan konferensi pers disalah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (21/7/22).

Yonas Howay menilai hasil keputusan tidak senada dengan tata cara dan mekanisme yang ada dalam sebuah organisasi partai. Sehingga dirinya mempunyai hak untuk melakukan gugatan agar mendapatkan sebuah keadilan, pembenaran dan kejujuran terhadap proses tersebut.

“Ada oknum oknum di tingkat DPD yang mendorong, memfasilitasi dan menggerakkan dia untuk melakukan itu, sehingga saya perlu mencari keadilan, kebenaran dan kejujuran,” tandasnya.

Terdapat beberapa gugatan yang diajukan oleh Yonas Howay, terhadap salah satu kader
partai Golkar yang dianggapnya melakukan perlawanan, yakni kepada James Senewe yang berkaitan dengan rekomendasi dari partai Golkar, gugatan kedua kepada Jongky Fonataba sebagai sekretaris DPD yang mengupload, atau memanipulasi KTP-nya dan gugatan ketiga kepada DPP partai Demokrat.

“Saya akan berhadapan langsung dengan majelis tinggi partai di Jakarta, jadi yang penting saya akan mengajukan gugatan ini kepada yang bersangkutan ke Pengadilan Negeri Sorong. Berikutnya diajukan ke pengadilan tata usaha negara dan kepada kepolisian negara. Semua saya akan lakukan di Sorong sesudah saya daftar saya akan menyampaikan ke KPU agar dalam verifikasi partai Demokrat Kota Sorong, sementara dihentikan untuk sambil menunggu proses hukum dan saya akan berangkat ke Jakarta untuk minta penjelasan. Atau argumentasi apa sehingga akomodir kader diluar partai Demokrat masuk sebagai calon yang ditetapkan menjadi ketua DPC partai Demokrat Kota Sorong periode 2022 dan 2027,” terangnya.

selain itu ia menganggap perbuatan tersebut merupakan perbuatan pembegalan karena, tidaklah bijaksana dan adil serta tidak berjalan sesuai dengan mekanisme yang ada.

“Jadi bagi saya ini sudah mencederai proses, mencederai aturan, disini tidak ada ruang untuk memberi ruang kepada publik, kepada kader, kepada lembaga untuk menjadi nilai didalam proses konsolidasi organisasi, partai, program, calon dan seterusnya,” demikian pungkasnya. (Fatrab)

Komentar