oleh

Torang Bersatu Torang Sejahtera

JAYAPURA, – 250 siswa di Jayapura menampilkan tarian kolosal pada acara pembukaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Tahun 2022 di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua Oktober silam. Tarian kolosal ini merepresentasikan aktivitas keberagaman di kehidupan sehari-hari masyarakat Papua seperti memangkur sagu, berkebun, mendayung perahu dan merajut noken.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan ada 2.500 anggota masyarakat adat dari berbagai daerah di Indonesia menghadiri KMAN VI. Acara ini juga melibatkan seluruh masyarakat adat Nusantara dari Sabang sampai Merauke.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan selama KMAN VI berlangsung. Papua adalah rumah untuk kedamaian dan siapapun yang datang kesini. Saudara-saudara masyarakat adat nusantara dari komunitas adat dari Aceh, Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan seterusnya berkumpul dengan keberagaman yang kita miliki untuk persatuan dan kesatuan Indonesia,” imbuhnya.

Di waktu bersamaan sedang diadakan pula Festival Danau Sentani, sebuah festival yang menyuguhkan keindahan alam, seni dan tradisi Papua yang tetap dijaga turun temurun. Dalam festival ini akan banyak akulturasi dan perpaduan kebudayaan di Papua.

Festival yang sudah ada sejak tahun 2007 ini menjadi festival tahunan yang banyak diikuti oleh turis lokal maupun mancanegara. Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan di antara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin di antara sesama, melupakan perbedaan dan bersuka cita diantara ratusan suku yang ada di Papua.

“Saya yakin bahwa masa depan dunia dan bangsa kita itu ada dalam keunikan-keunikan dan kearifan lokal masyarakat di kampung-kampung dan berbagai kearifan lokal masyarakat setempat,” kata Mathius mengomentari keberagaman yang ada di Papua.

Keberagaman, persatuan dan pembangunan adalah sinergi yang tidak dapat dipisahkan. Semakin kuat persatuan di tengah perbedaan yang ada, semakin cepat pula pembangunan dan kesejahteraan tercapai.

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan dalam acara virtual deklarasi Papua Damai yang diselenggarakan Lembaga Masyarakat Adat Papua Juni lalu mengatakan kerja sama antara pihak terkait dalam proses percepatan pembangunan Papua sangat dibutuhkan. Hal ini dapat membantu perwujudan percepatan pembangunan kesejahteraan Papua, yakni masyarakat Orang Asli Papua (OAP).

Menurutnya, berbagai kebijakan tak bisa hanya melibatkan para tetua adat ataupun pemangku jabatan semata.

“Saya meyakini percepatan pembangunan Papua akan segera terwujud, karena tokoh adat dan seluruh elemen lokal, Orang Asli Papua (OAP) siap untuk bahu-membahu dan berpartisipasi aktif membangun Tanah Papua,” ujar Ma’ruf.

Ma’ruf juga menyampaikan upaya menggelorakan perdamaian dan semangat persatuan di Tanah Papua ini sejalan dengan komitmen pemerintah melalui berbagaie regulasi dan kebijakan afirmatif yang diberikan.

Dengan itu, persatuan yang ada di Papua akan semakin mendukung usaha pemerintah untuk melakukan percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat.

Dengan semakin bersatunya berbagai elemen di Papua maka semakin cepat pula pembangunan terwujud yang berdampak kepada kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Torang Bersatu Torang Sejahtera! (**)

Komentar