SORONG, PBD – Sistem angkutan taksi di kawasan Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Sorong mulai menjadi perhatian serius pihak bandara menyusul berbagai masukan dari sopir taksi bandara.
Dalam pertemuan bersama komunitas sopir taksi bandara yang berlangsung di ruang rapat bandara, Selasa (28/4/2026), Kepala Bandara DEO Sorong, Asep Sukardjo menegaskan komitmennya untuk menata ulang sistem transportasi darat di area bandara agar lebih tertib, aman, dan memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah pembenahan area parkir resmi khusus taksi bandara. Pihak bandara berencana melakukan pelapisan ulang area parkir serta pengecatan marka sebagai penanda khusus bagi armada resmi bandara.
“Begitu parkir ini dibenahi, akan ada tanda khusus parkir airport supaya lebih tertata dan jelas,” ungkap Kepala Bandara dalam rapat tersebut.
Penataan ini dinilai penting untuk menciptakan sistem operasional yang lebih rapi sekaligus menghindari tumpang tindih antara taksi bandara, kendaraan rental, dan transportasi online yang selama ini menjadi sorotan para sopir konvensional.
Selain pembenahan parkir, bandara juga mendorong seluruh operator jasa transportasi untuk meningkatkan profesionalitas melalui penggunaan seragam dan ID card resmi bagi pengemudi. Langkah ini bertujuan memudahkan identifikasi kendaraan resmi sekaligus meningkatkan kepercayaan penumpang.
Tidak hanya itu, usulan pembentukan konter layanan transportasi di area bandara juga menjadi bagian dari rencana penataan. Kehadiran konter diharapkan dapat mengatur alur penumpang secara lebih tertib serta mencegah praktik penjemputan tidak resmi di dalam kawasan bandara. Serta biaya yang pasti.
Pihak bandara juga menekankan pentingnya koordinasi antara koperasi, operator taksi online seperti Maxim, dan pengelola bandara untuk membangun kesepakatan bersama terkait batas operasional masing-masing.
Pembenahan ini diharapkan tidak hanya menjawab keluhan sopir taksi bandara, tetapi juga menghadirkan sistem transportasi yang lebih profesional, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang tiba di Kota Sorong sebagai pintu gerbang Papua Barat Daya.
“Hal ini juga sebagai jaminan kepastian keamanan para penumpang setelah tiba di Bandara DEO Sorong menuju lokasi tujuan,” harap Asep. (Oke)








Komentar