SORONG, PBD – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Pusat Statistik Amelia Adininggar Widyasanti, serta Panglima Komando Armada III Laksamana Muda TNI Dato Rusman meninjau langsung rumah susun (Rusun) prajurit TNI Angkatan Laut di Jalan Sorong–Klamono KM 17, Kota Sorong, Senin (27/4/2026) malam.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kesejahteraan prajurit TNI AL yang bertugas di wilayah timur Indonesia, khususnya melalui penyediaan hunian layak, modern, dan strategis dekat lokasi tugas.
Rusun yang mulai dibangun pada 4 September 2024 itu hadir dengan konsep hunian modern tipe Wisma Arunika 36 tiga lantai, terdiri dari 44 unit hunian yang diperuntukkan bagi prajurit TNI AL, termasuk Pasmar 3, serta ASN di lingkungan TNI Angkatan Laut.
Setiap unit dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi prajurit dan keluarganya, lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang seperti ruang serbaguna, mushola, ruang pengelola, gudang, hingga fasilitas umum yang mendukung aktivitas penghuni.
Adapun rincian bangunan meliputi lantai satu dengan 12 unit hunian beserta ruang panel, gudang, ruang serbaguna, ruang pengelola, kamar mandi umum pria dan wanita, serta mushola. Sementara lantai dua dan tiga masing-masing memiliki 16 unit hunian dengan fasilitas penunjang serupa.
Dalam peninjauan tersebut, Maruarar Sirait memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan, mulai dari balai pelaksana hingga TAPERA, karena dinilai berhasil menghadirkan hunian berkualitas dan tepat sasaran.
“Semua yang diusulkan dari balai semuanya tepat sasaran. Tepuk tangan buat teman-teman balai. Harus bekerja dengan hati, dengan personal,” ujar Maruarar.
Ia menegaskan, pembangunan rusun ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari kehadiran negara dalam memastikan prajurit dapat menjalankan tugas menjaga kedaulatan dengan tenang tanpa dibebani persoalan tempat tinggal.
“Rusun untuk prajurit TNI AL di Sorong telah selesai. Hunian yang layak, aman, dan dekat dengan tempat tugas agar mereka bisa bertugas dengan fokus tanpa khawatir meninggalkan keluarga,” katanya.
Maruarar juga menyoroti pentingnya rusun sebagai ruang tumbuh keluarga prajurit, termasuk membuka peluang produktivitas ekonomi bagi para istri prajurit.
“Kami juga mendorong agar rusun ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang tumbuh, termasuk bagi para istri prajurit untuk berkegiatan produktif dan menambah penghasilan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Maruarar turut mendengar langsung pengalaman salah satu penghuni, Faisal, yang sebelumnya harus mengeluarkan biaya kos hingga Rp1 juta per bulan. Kehadiran rusun ini pun dinilai sangat membantu meringankan beban ekonomi keluarga prajurit.
“Sekarang negara juga hadir untuk menjaga keluarga mereka,” ungkap Maruarar.
Pembangunan rusun TNI AL di Sorong menjadi harapan pemerintah dalam memperkuat pertahanan negara melalui peningkatan kualitas hidup prajurit, sekaligus memastikan mereka memiliki tempat tinggal representatif sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI di kawasan timur Indonesia. (Oke)








Komentar