SORONG, PBD – Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menerima audiensi dari perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ruang Kerja Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (28/4) sekitar pukul 16.00 WIT.
Audiensi tersebut dihadiri oleh Director of the Regional English Language Office (RELO), Embassy of the United States of America, Kevin McCaughey, serta Political Affairs Diplomat, Embassy of the United States of America, Jeremy Murray, bersama jajaran Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan produktif dengan fokus utama pembahasan mengenai Program Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di bidang pendidikan melalui penguatan kemampuan Bahasa Inggris.
Tujuan utama audiensi ini adalah membangun kerja sama antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam bidang pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris serta perekrutan mahasiswa siap kerja untuk mengikuti program pelatihan Bahasa Inggris.
Kedubes Amerika Serikat memperkenalkan program pembelajaran Bahasa Inggris yang dirancang untuk dilaksanakan di Kota Sorong sebagai pusat pelaksanaan program di Provinsi Papua Barat Daya.
Program tersebut direncanakan berupa pelatihan Bahasa Inggris intensif selama satu tahun dengan kuota sekitar 50 mahasiswa. Program ini terbuka bagi seluruh mahasiswa, termasuk Orang Asli Papua (OAP), sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan dan peningkatan daya saing generasi muda Papua.
Dalam pelaksanaannya, tenaga pengajar akan berasal dari guru lokal yang terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dari dosen maupun tenaga pengajar dari Amerika Serikat, sehingga program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta, tetapi juga memperkuat kualitas tenaga pendidik lokal secara berkelanjutan.
Program ini ditargetkan mulai berjalan pada Maret 2027, sementara proses perekrutan peserta direncanakan akan dibuka mulai Agustus 2026 hingga Maret 2027.
Selain program tatap muka, Kedubes Amerika Serikat juga menyampaikan adanya program pembelajaran daring yang dapat diakses oleh masyarakat umum maupun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris mereka.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Amerika Serikat kepada Papua Barat Daya, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurutnya, penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan global, terutama bagi generasi muda yang ingin memiliki daya saing lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Kedutaan Besar Amerika Serikat. Program ini sangat penting bagi mahasiswa dan generasi muda Papua Barat Daya agar memiliki kesiapan yang lebih baik dalam dunia kerja dan kompetisi global,” ujar Wakil Gubernur.
Kegiatan diakhiri dengan tukar menukar cenderamata dari Wagub ke Kedubes dan sebaliknya. (Oke)








Komentar