PESTA PAPEDA 2026, Papua Barat Daya Siapkan Pembangunan Berbasis Data

SORONG, PBD – Komitmen membangun Papua Barat Daya dengan fondasi data yang kuat dan strategi ekspor terarah ditegaskan dalam Seremoni dan Talkshow PESTA PAPEDA 2026 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Papua Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat di Ballroom Hotel Aston Sorong, Selasa (28/4/2026).

Mengusung tema Pekan Data Statistik – Penguatan dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah Papua Barat Daya, PESTA PAPEDA 2026 menjadi panggung kolaborasi strategis antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, dan akademisi untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi berbasis data sekaligus mempercepat ekspor daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Setian, menegaskan bahwa data merupakan fondasi utama dalam menyusun kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
“Kalau kita ingin membuat program dan mengambil kebijakan, tidak terlepas dari data. Tanpa data, kita seperti berjalan tanpa lampu penerang,” ujarnya.

Menurutnya, Papua Barat Daya memiliki peluang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor ekspor, khususnya industri pengolahan dan kelautan. Selama ini, struktur ekonomi daerah dinilai masih tumbuh merata namun belum memiliki sektor unggulan dominan yang mampu menjadi mesin penggerak utama.

Karena itu, melalui PESTA PAPEDA 2026, BI bersama para pemangku kepentingan mendorong pembentukan Tim Percepatan Ekspor Provinsi Papua Barat Daya sebagai langkah konkret memperkuat daya saing komoditas lokal di pasar luar daerah hingga internasional.

“Dengan komoditas yang jelas dan tim yang solid, pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya bisa dipacu lebih cepat,” katanya.

Kepala BPS Papua Barat, Merry, menambahkan bahwa sinergi BI dan BPS bukan sekadar forum seremonial, tetapi bentuk nyata pembangunan berbasis statistik berkualitas.

“Pembangunan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan intuisi. Semua harus dibangun di atas fondasi data yang kokoh,” tegasnya.

Selain menjadi ruang penguatan ekosistem ekspor, agenda ini juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026 sebagai instrumen penting memetakan potensi usaha dan struktur ekonomi Papua Barat Daya secara menyeluruh.

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Asisten II Setda PBD Victor Solossa, mewakili Gubernur Elisa Kambu, menegaskan komitmen daerah dalam mendorong tata kelola pembangunan yang inklusif, terukur, dan berkelanjutan.
Dengan potensi besar di sektor perikanan, pariwisata, pertanian, dan perdagangan, Papua Barat Daya dinilai memiliki modal kuat untuk menjadi kawasan ekonomi baru di Tanah Papua, asalkan seluruh kebijakan didukung data akurat dan kolaborasi lintas sektor.

“Kolaborasi pemerintah, BI, BPS, akademisi, dan seluruh stakeholder akan menjadi kunci memperkuat daya saing daerah, menjaga inflasi, dan memastikan pertumbuhan ekonomi merata hingga ke pelosok,” ujarnya.

PESTA PAPEDA 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi melahirkan langkah strategis, inovasi kebijakan, dan rekomendasi konkret demi mempercepat transformasi ekonomi Papua Barat Daya menuju masa depan yang lebih kompetitif. (Oke)

Komentar