SORONG, PBD – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Barat Daya menggelar kajian Ramadan dan buka puasa bersama dengan tema “Spirit Ramadan: Meneladani Nilai Kejujuran untuk Demokrasi yang Bersih di Papua Barat Daya” di Kantor KPU Papua Barat Daya, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan tersebut diawali dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh Ustad Soleman Romeon, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua KPU Papua Barat Daya Andarias Kambu.
Dalam sambutannya, Andarias Kambu menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan kepada seluruh umat Muslim. Ia menekankan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai toleransi antarumat beragama di lingkungan KPU.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai spiritual di tengah tugas dan tanggung jawab lembaga penyelenggara pemilu.
“Bulan Ramadan menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat keimanan serta menjaga pola hidup yang lebih baik, termasuk dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa nilai kejujuran dan integritas harus terus dijaga oleh seluruh penyelenggara pemilu agar demokrasi di Papua Barat Daya dapat berjalan dengan bersih, bermartabat dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Lembaga ini tentu menghadapi banyak ujian dan tantangan. Karena itu kita harus tetap kokoh dalam menjalankan tugas untuk mewujudkan demokrasi yang bersih dan bermartabat di Papua Barat Daya dengan siraman-siraman spiritual,” katanya.
Sementara itu, dalam tausiyahnya Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sorong Abdul Manan Fakaubun menyampaikan pentingnya menjaga integritas dan kerukunan antarumat beragama.
Ia menjelaskan bahwa seluruh manusia berasal dari satu nenek moyang yang sama, dan yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaan kepada Tuhan.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya bersedekah serta menunaikan zakat sebagai bentuk penyucian harta yang dimiliki.
“Dalam kehidupan ini kita tidak hanya hidup untuk dunia, tetapi juga untuk akhirat. Karena itu perbanyaklah amal dan kebaikan agar kelak kita dikenang sebagai orang yang selalu berbuat baik,” pesannya.
Selain itu, Ustad Manan turut menyinggung pentingnya integritas lembaga penyelenggara pemilu, khususnya KPU, dalam menjalankan amanah masyarakat.
Menurutnya, KPU memiliki tanggung jawab besar untuk bersikap adil kepada seluruh peserta pemilu dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Lembaga KPU harus berperilaku adil kepada semua peserta pemilu dan masyarakat, karena amanah yang diberikan oleh rakyat melalui KPU tidak hanya dipertanggungjawabkan di dunia, tetapi juga di hadapan Tuhan di akhirat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa para penyelenggara pemilu harus menjaga integritas, kejujuran, serta kebersihan dalam menjalankan tugas, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap KPU tetap terjaga.
“Jangan sampai karena kepentingan tertentu, integritas Komisi Pemilihan Umum menjadi dipandang remeh atau dianggap tidak lagi menjaga amanah rakyat,” pesannya.
Melalui kegiatan kajian Ramadan dan buka puasa bersama ini, diharapkan seluruh jajaran KPU Papua Barat Daya dapat terus menjaga nilai-nilai kejujuran, integritas serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara demokrasi.
Terlihat hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KPU Kabupaten Sorong, Franky Duwith, Ketua KPU Maybrat, Dominggus Isir, Perwakilan KPU Sorong Selatan, perwakilan KPU Tambrauw. Sementara perwakilan KPU Raja Ampat dan Kota Sorong tidak terlihat hadir dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan buka puasa bersama dilanjutkan dengan salat berjamaah dan ramah tamah. Sebelumnya, ketua, anggota KPU dan staf melakukan aksi pembagian takjil bagi warga yang berpuasa. (oke)










Komentar