oleh

AFU : Stop Provokator, AFU-ORI Cinta Damai dan Kebaikan

WAISAI, – Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat terpilih, Abdul Faris Umlati (AFU) dan Orideko I Burdam (ORI) melakukan serah terima jabatan dengan Plh Bupati Raja Ampat di aula Wayag kantor Bupati Raja Ampat, Papua Barat, Senin (1/3/21).

Dalam sambutannya, didepan pejabat eselon II, III dan IV serta anggota DPRD,
Bupati menyinggung soal harmonisasi antara dirinya dengan Wakil Bupati. Ia meminta kepada pihak-pihak tertentu untuk tidak melakukan provokasi hubungan dirinya dengan Wakil Bupati yang dipilihnya untuk periode kedua ini, yaitu Orideko I Burdam.

“Jadi saya tekankan, cukup! Jangan ada lagi yang berpikir untuk adu domba dan provokasi. Karena kami cinta damai dan berfokus pada Kebaikan, Kemakmuran dan Kesejahteraan Negeri yang kita cintai ini” tegas Bupati Raja Ampat.

Ia pun menyampaikan agar budaya dan etika serta nilai-nilai luhur yang telah diwariskan melalui adat dan tradisi sepanjang kehidupan masyarakat Raja Ampat perlu dijunjung tinggi. Hal ini merupakan identitas diri Raja Ampat yang utamanya adalah mengedepankan asas aturan yang berlaku dan loyalitas dedikasi serta integritas untuk membangun Raja Ampat.

“Pada masa jabatan yang kedua ini, 100 hari kerja nanti bukan hanya akan mengevaluasi Pemerintah Daerah, tapi juga seluruh stakeholder dan masyarakat Raja Ampat. Agar pembangunan berkelanjutan di Raja Ampat maksimal dan optimal,” lanjut Bupati.

Penyerahan jabatan dari PLH Bupati sebelumnya, yaitu Sekda kabupaten Raja Ampat, Dr. M. Yusuf Salim M.Si kepada Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati ditandai dengan penandatanganan Surat Keputusan (SK) bernomor 131.92-382 tahun 2021 tanggal 24 Februari 2021 dengan mengetahui Gubernur provinsi Papua Barat dalam hal ini diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah provinsi Papua Barat, Agustinus Rumbino. (Nns)

Komentar