SORONG, PBD – Provinsi Papua Barat Daya, akan menjadi tuan rumah kegiatan nasional bertajuk Gerakan Nasional Pemberantasan Tuberkulosis (TBC) Berbasis Komunitas melalui Higiene Sanitasi dan Akselerasi Quality Control di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 29–30 Mei 2026.
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat terlihat memimpin rapat persiapan dihadiri seluruh pimpinan OPD Kota Sorong di ruang anggrek Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (15/5/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Wendesi usai rapat terbatas mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Bappenas, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), serta Pemerintah Kota Sorong.
Agenda tersebut akan dihadiri seluruh kepala daerah se-Tanah Papua, bersama perwakilan kementerian dan lembaga pusat untuk menyatukan komitmen mempercepat eliminasi TBC berbasis komunitas sekaligus memperkuat standar higiene sanitasi dalam pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis.
“Pemerintah pusat memilih Kota Sorong karena dinilai berhasil melampaui target nasional dalam penemuan kasus TBC. Jika target nasional berada pada angka 90 persen, Kota Sorong telah mencapai 95 persen,” ujar Elisabeth bangga.
Capaian ini menunjukkan keberhasilan Pemerintah Kota Sorong dalam menemukan kasus, mendampingi pasien hingga tuntas berobat, serta mendorong pasien TBC untuk sembuh secara optimal.
Dalam dokumen konsep yang disiapkan panitia, gerakan nasional ini menekankan pendekatan integratif yang menghubungkan empat pilar utama, yaitu:
- Pengendalian TBC.
- Higiene sanitasi lingkungan.
- Ketahanan pangan melalui SPPG.
- Program Makanan Bergizi Gratis.
Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep One Health, yakni integrasi kesehatan manusia, lingkungan, dan ketahanan pangan. Kegiatan nasional ini memiliki lima tujuan strategis yaitu :
- Mempercepat eliminasi TBC berbasis komunitas.
- Memperkuat peran higiene sanitasi dalam pencegahan penyakit.
- Meningkatkan kualitas pengawasan higiene sanitasi di SPPG.
- Menguatkan kapasitas SDM kesehatan lingkungan dan kader.
- Membangun komitmen lintas sektor dan kepala daerah.
Program ini akan ditindaklanjuti melalui nota kesepahaman strategis antara Pemerintah Kota Sorong, HAKLI, AKKOPSI, dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta, dimana fokus implementasi meliputi:
- Eliminasi TBC berbasis komunitas.
- Quality control higiene sanitasi SPPG.
- Penguatan sistem rujukan laboratorium.
Tiga program prioritas yang akan dijalankan, yakni
1. Pelatihan dan Pendampingan
- Kader kesehatan.
- Sanitarian.
- Pengelola SPPG.
2. Diagnosis Lingkungan dan TBC
- Pemeriksaan kualitas udara.
- Analisis sanitasi lingkungan.
- Deteksi dini TBC.
3. Rujukan Laboratorium
- Dukungan dari BB Labkesmas Yogyakarta.
- Standardisasi pemeriksaan.
- Penguatan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
- Kunjungan Lapangan
Selain deklarasi, peserta akan mengunjungi sejumlah lokasi strategis di Kota Sorong, di antaranya,
- Rumah sakit eks-Covid di Kampung Baru untuk meninjau rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat.
- Puskesmas Sorong dan rumah pasien TBC yang telah dinyatakan sembuh.
- Lokasi pelatihan bagi sekitar 200 peserta dari 17 dapur penyedia makanan bergizi gratis, hotel, dan restoran.
“Adapun harapan dari kegiatan ini ditargetkan menghasilkan, terlatihnya kader kesehatan TBC dan sanitarian, standar quality control higiene sanitasi SPPG, sistem rujukan laboratorium yang lebih kuat, imbuh Elisabeth.
Sedangkan dampak yang diharapkan meliputi Penurunan kasus TBC. Lingkungan sehat terintegrasi dalam pendekatan One Health. Pangan yang aman dan bergizi. Pemberdayaan masyarakat.
Pada puncak acara, seluruh kepala daerah se-Tanah Papua akan menandatangani deklarasi komitmen untuk Mendukung eliminasi TBC secara berkelanjutan. Menguatkan higiene sanitasi berbasis komunitas. Mendukung quality control higiene sanitasi SPPG.
Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan di Tanah Papua, dengan Kota Sorong sebagai pusat gerakan nasional tersebut. (Oke)












Komentar