Kampung Nelayan Merah Putih Rufei Siap Dibangun, Dorong Kedaulatan Bahari dan Ekonomi Pesisir Sorong

SORONG, PBD – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (17/4/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat kedaulatan bahari sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan di kawasan pesisir.

Perwakilan KKP, Rizki Arjuna, menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah besar dalam mentransformasi kawasan pesisir menjadi lebih tertata, higienis, dan produktif.

“Ini adalah upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendongkrak ekonomi lokal, serta mencerminkan semangat persatuan dalam menjaga kedaulatan laut kita sendiri,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Sorong dan Dinas Perikanan atas kolaborasi yang dinilai luar biasa dalam menghadirkan program tersebut. Rizki menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mengawal pembangunan agar dapat menjadi kebanggaan daerah sekaligus daya tarik ekonomi dan wisata pesisir.

Kampung Nelayan Rufei sendiri akan dibangun diatas lahan seluas 3400 meter persegi dan merupakan satu dari 80 titik pembangunan yang ditargetkan KKP di wilayah Papua, dengan sasaran ratusan nelayan penerima manfaat.

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, khususnya dalam pemberdayaan masyarakat melalui penguatan sektor perikanan.

Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan dalam pembangunan sektor kelautan, sehingga kehadiran program dari pemerintah pusat sangat membantu percepatan pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan KKP. Ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada laut,” kata Lobat.

Ia juga berharap kawasan tersebut ke depan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru, lengkap dengan fasilitas pelabuhan singgah, kawasan kuliner, hingga pengembangan UMKM yang terintegrasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Sorong, Ludha Wattimena, menegaskan bahwa program ini bukan bantuan perorangan, melainkan pembangunan fasilitas bersama bagi masyarakat nelayan.

“Yang dibangun adalah sarana dan prasarana pendukung seperti bengkel mesin tempel, ruang pengembangan UMKM, serta kawasan permukiman nelayan yang terintegrasi di tiap kelurahan nantinya,” jelasnya.

Program ini sangat bermanfaat bagi para nelayan,dimana pembangunan tersebut, dengan harapan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Pemerintah pun mengajak seluruh masyarakat nelayan untuk turut menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang akan dibangun, sehingga Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi simbol kemajuan ekonomi sekaligus kemandirian maritim di Kota Sorong dan Papua Barat Daya pada umumnya.

Sebelum peletakan batu pertama pembangunan, didahului dengan doa yang dibawakan oleh Ketua Klasis GKI Sorong, Pdt Jeane F Haurissa. Peletakan batu diawali oleh Wali Kota Sorong diikuti Wakil Wali Kota Sorong, Asisten II Setda Kota Sorong dan perwakilan KKP.

Sejumlah nelayan mengaku senang dengan program tersebut dan berharap kampung nelayan merah putih membawa manfaat bagi mereka. (Oke)

____ _____ _____ _____ _____ ____

Komentar