SORONG, PBD – Partai Kebangkitan Bangsa menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) se-Papua Barat Daya bertempat di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan Muscab ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan strategi politik menuju Pemilu 2029.
Muscab tersebut dibuka oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani yang hadir mewakili Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar. Pembukaan Muscab itu ditandai dengan penabuhan tifa sebagai simbol dimulainya forum strategis tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB Lalu Hadrian Irfani menyampaikan salam dari Ketua Umum PKB sekaligus menegaskan harapan besar agar PKB di Papua Barat Daya menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
Lebih lanjut, dirinya menekankan pentingnya soliditas dan kekompakan kader sebagai kunci utama dalam membesarkan partai.
“Musyawarah cabang ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi wadah konsolidasi, adu gagasan dan penyusunan strategi bersama untuk memenangkan partai,” ujar Lalu Hadrian Irfani.
Ia turut mengingatkan agar kader PKB meninggalkan pola-pola lama yang sarat konflik dan beralih pada pendekatan yang lebih konstruktif dan berbasis ide.
“Meski saat ini PKB di tingkat provinsi masih memiliki keterbatasan kursi, namun dengan kekompakan, capaian tersebut diyakini akan meningkat signifikan di masa depan,” ucapnya.
Selain itu, ia menyoroti kondisi geopolitik global yang berdampak hingga ke tingkat nasional dan daerah, termasuk tekanan fiskal yang dirasakan pemerintah daerah.
Kemudian, Ketua DPW PKB Papua Barat Daya, Abdullah Gazam memaparkan strategi utama untuk memenangkan Pemilu 2029 melalui konsep “3M”. Menurutnya, ada tiga hal mendasar yang harus dimiliki PKB yakni Pertama, Mempersiapkan struktur partai yang kuat dan mengakar. Kedua, Memperkuat Ideologi dan kapasitas kader partai serta Ketiga, Menghadirkan politik keberpihakan atau politik kemanusiaan.
“Kalau tiga ini kita jalankan, saya yakin PKB 2029 akan menjadi partai yang dicintai rakyat,” tutur Abdullah Gazam.
Pada kesempatan itu, AG sapaan akrabnya mengingatkan bahwa tahapan Pemilu sejatinya telah dimulai sejak 2026, sehingga seluruh kader diminta untuk segera bergerak dan tidak menunggu hingga mendekati tahun politik.
Sementara itu, Plt Kepala Kesbangpol Papua Barat Daya, George Japsenang yang mewakili Gubernur PBD Elisa Kambu menegaskan bahwa Muscab memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan daerah.
“Forum (Muscab) ini tidak hanya sebagai ajang pemilihan kepemimpinan, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah kebijakan partai yang selaras dengan kebutuhan masyarakat,” kata George Japsenang.
Menurutnya, Papua Barat Daya sebagai provinsi baru masih menghadapi berbagai tantangan seperti kemiskinan, pengangguran, kesenjangan pembangunan, serta isu infrastruktur dan keamanan.
Namun di sisi lain, daerah ini memiliki potensi besar di sektor perikanan, pariwisata, kehutanan, dan budaya.
“Kami berharap PKB menjadi jembatan aspirasi masyarakat serta mitra strategis pemerintah dalam pembangunan yang inklusif,” terangnya.
Dirinya mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan di tengah perbedaan politik serta menghadirkan politik yang solutif dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Muscab PKB se-Papua Barat Daya diharapkan menjadi titik awal penguatan organisasi hingga ke tingkat akar rumput serta melahirkan kepemimpinan yang visioner.
Dengan konsolidasi yang matang, PKB optimistis mampu meningkatkan perolehan kursi dan memperkuat posisi politiknya di Papua Barat Daya pada Pemilu 2029. (Jharu)

____
_____
_____
_____
_____
____










Komentar