SORONG,- Sebanyak 184 mahasiswa Moi, yang berasal dari berbagai kampus di Kota Sorong, menerima bantuan pendidikan sebesar Rp 10.000.000, yang langsung diserahkan oleh Walikota Sorong, Lambertus Jitmau, di gedung Samu Siret, Kota Sorong, Papua Barat. Rabu pagi (12/1/22).
Penyerahan bantuan pendidikan ini untuk membayar segala kewajiban yang berada di kampus, pasalnya menurut Lambert untuk menempuh pendidikan pastinya membutuhkan biaya yang cukup besar.
“Sekolah itu tidak ada yang gratis, sekolah itu penuh tantangan tapi di balik tantangan ada harapan,” kata orang nomor satu di jajaran pemkot tersebut.
“Bantuan pendidikan ini adalah bantuan pendidikan tahun lalu yakni 2021, dan tahun 2022 ini belum. Jadi perlu perhatikan mereka dengan baik,” ungkapnya.
Dikatakan Lambert, bantuan pendidikan ini juga harus menjadi perhatian dinas terkait, agar disaat dana tersedia dapat disalurkan kepada Mahasiswa, mengingat anak-anak Moi menempuh pendidikan dengan terselip sebuah semangat.
“Pemerintah daerah jangan tutup mata harus buka mata, karna anak-anak ini punya kemauan untuk sekolah, cuman tidak ada uang,” tandasnya.
Ia dengan segenap hati berharap, agar Mahasiswa dan Mahasiswi Moi bisa belajar dengan giat sehingga menjadi orang yang sukses.
Marten Arsel Moinolo salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UMS) Sorong, semester V program studi ilmu sosial dan ilmu politik. Mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih terhadap Pemerintah Kota Sorong. Yang telah membantu mereka melalui bantuan pendidikan yang diberikan.
“Puji Tuhan, ini bantuan kedua dan sangat meringankan beban perkuliahan saya. Sehingga sa terus kuliah tanpa terkendala biaya,” ujarnya.









Komentar