Wali Kota Sorong Instruksi Pedagang Rufei Pindah, Kordinator Pedagang Katakan Siap

SORONG, – Wali Kota Sorong, Lambertus Jitmau melakukan inspeksi mendadak di Pasar modern Rufei. Ia kemudian memerintahkan Kadis Pekerjaan Umum (PU) untuk segera membersihkan lantai gedung utama yang terlihat kotor. Kadis PU, Sinaga pun dengan tegas memerintahkan kontraktor untuk membersihkannya.

“Masih ada itu dana pemeliharaan, besok dibersihkan sama-sama pedagang disini. Kalau bisa siapkan dua tangki air buat kasih bersih semua ini. Bapak/Ibu besok bisa kerja bakti to disini,” ujar Wali Kota di depan belasan pedagang yang ikut hadir dalam kunjungan tersebut, Kamis (7/10/21).

Selain memberikan arahan untuk pedagang agar mulai besok melakukan kerja bakti, Ia pun memberikan instruksi lisan agar segera bergegas pindah dari lokasi pasar boswesen ke dalam Pasar modern yang menelan biaya puluhan Milyar rupiah tersebut.

“Pindah saja dulu kesini semua, nanti ada kekurangan pasti langsung dibenahi. Kalau belum pindah baru banyak kemauan susah juga,” ujar Wali Kota.

Sejumlah pedagang pun mengeluhkan ada beberapa lapaknya yang bocor, namun sudah diperbaiki. Serta permintaan pedagang agar pasar Ikan Boswesen juga bisa dipindah kedalam Pasar Modern Rufei. Mereka beralasan bahwa daya tarik pasar Rufei adalah pasar Ikannya.

“Semua sudah siap, kendala paling lama 2 minggu sampai 3 minggu. Pasar ikan akan dekat dengan pasar sayur. Tadi Saya sudah lihat dan dicarikan solusinya, Tidak terlalu butuh biaya besar dan waktu. Untuk sementara mereka berjualan di Boswesen seminggu sebelum diresmikan masyarakat harus disini, kalau tidak mau pindah Saya angkat barang mereka kesini dan Saya akan buat pagar pasar ikan lama sampai klasis, akan ditata bagus khusus jalur bagi kendaraan,” terang Wali Kota.

Sementara itu, kordinator pedagang pasar, Saharudin, memberikan apresiasi ke Wali kota atas gagasan dan mengabulkan permintaan pedagang.

“Kami disini pedagang termasuk penjual Ikan yang sudah terdata ada 696 orang. Kami tidak ada masalah dan Siap untuk pindah kapan saja. Retribusi dan pajak juga tidak memberatkan pedagang, yang penting pasar Ikan masuk ke dalam, semua berdagang di dalam jangan ada yang di luar,” ujar Saharudin.

Ia berharap dapat segera pindah karena dimasa Pandemi Covid-19, pendapatan mereka semakin menurun dengan sepinya pembeli.

“Kalau cepat pindah, Kami kan bisa berbenah, masyarakat juga akan lebih nyaman berbelanja, Pendapatan bisa kembali meningkat,” harap Saharudin. (Oke)

___

Komentar