oleh

Luar Biasa, Tempat Tisu Kerajinan Tangan Mama-Mama Asli Papua Tembus Pasar Mancanegara

SORONG,- Siapa sangka, Kampung Noken yang merupakan tempat kerajinan tangan mama-mama asli Papua, kini telah berkembang pesat, diantaranya berinovasi dengan memproduksi tempat tisu, saat ini tembus pasar mancanegara (luar negeri).

Hal ini diceritakan oleh salah satu anggota Kelompok dari Kampung Noken, Febriani Wally saat ditemui oleh sejumlah media usai mengikuti rangkaian kegiatan pembukaan pelatihan pengembangan DAK Non Fisik TA 2022, bertempat di gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM), Jalan Viktori, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (4/9/22).

Dikatakannya, terkait produksi kotak tisu berbahan dasar tikar ini, dapat terselesaikan dalam kurun waktu seminggu dan dapat mencapai 50 sampai 60 kotak tisu, kendati demikian, untuk sementara ini, diungkapkan Febriani bahwa terdapat 2 orang yang bekerja, sehingga terdapat kekurangan yang terjadi.

“Meski keterbatasan pekerja, namun Puji Tuhan, kemarin dari Thailand minta 200 dan Australia minta 500 kotak tisu, sudah kami kirim lewat distributor yang ada di sorong untuk harga per picisn Rp. 70.000,” ungkap Febriani kepada sejumlah wartawan.

Kemudian, diceritakannya, untuk permintaan tersebut hanya dapat melalui agen yang telah bekerjasama dengan Kemenko Perekonomian RI, sehingga pihaknya telah berkomunikasi dengan Kemenko Perekonomian di Pusat, setelah terjalin kesepakatan langsung dibayar secara cash melalui pengiriman lewat kris yang telah dimiliki oleh mereka (konsumen) sendiri.

“Proses pengiriman kami lewat Bea Cukai Sorong dan izinnya itu ada, salah satu pengusaha yang memang ada di Sorong merekalah distributor, mereka mengambil dari kami. Melalui mereka (distributor) yang akan mengirimannya langsung,” ucapnya.

Lebih lanjut, dibeberkannya bahwa, saat ini mereka (distributor) telah bergabung dengan Shoppe dan market place serta online shope lainnya melalui Bakti Kominfo.

Selain pengiriman ke pasar mancanegara dibulan Juni dan Agustus lalu, disampingnya pihak Hotel Kryad juga telah menyediakan space untuk mereka (distributor) menyajikan produk tempat tisu dan produk lainnya sehingga dapat dilihat oleh para tamu yang hendak datang berkunjung.

Dibeberkannya bahwa Kampung Noken ini telah ada sejak 2007 lalu. Dimana, yang dijalani waktu itu ialah tenun dan batik, namun belum lama ini disebutkan Febriani telah launching oleh Mantan Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau ditanggal 3 Maret 2019 lalu, dengan nama Kampung Noken.

Kendati demikian, dikatakannya terdapat kendala yang kerapkali ditemui dalam kelompok noken, yang mama-mama asli Papua yang sebagian besar bukan pegawai melainkan bermata pencaharian utama sebagian berjualan di pasar sehingga dalam membagi waktu dalam produksi produk.

Selain memproduksi tempat tisu yang telah tembus ke pasar mancanegara, mama-mama asli Papua ini pun menganyam noken sebagai salah satu produk unggulan Kampung Noken.

“Awal noken yang diproduksi adalah noken asli, namun sekarang sudah ada yang modern dengan modifikasi memakai bungkusan dan lain sebagainya, bahan dasar dari tempat tisu itu ialah tikar dan untuk pewarnanya juga alami dengan menggunakan pohon jati yang kami masak lagi untuk warna merah,” lugasnya. (Mewa/Jharu)

Komentar