oleh

Puluhan Pelaku Usaha Ikuti Pelatihan Pengembangan dan Diversifikasi Produk, SIKIM Siap Naik Kelas!

SORONG,- Sebanyak 60 peserta terdiri dari pelaku usaha yang terbagi kedalam dua kelompok yakni 30 pelaku usaha noken serta 30 pelaku usaha perikanan mengikuti pelatihan pengembangan dan diversifikasi produk, bertempat di gedung Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM), Jalan Viktori, Kota Sorong, Papua Barat, Selasa (4/9/22).

Dimana, Pejabat (Pj) Wali Kota Sorong, Geogre Yarangga turut hadir sekaligus membuka secara langsung pelatihan yang diikuti puluhan peserta itu.

Usai melaksanakan pembukaan pelatihan, Pj Wali Kota Sorong melanjutkan dengan meninjau langsung keberbagai tempat produksi.

Saat ditemui sejumlah Insan pers, Pj Wali Kota Sorong, Geogre Yarangga mengatakan bahwa pelaku usaha kedepannya dapat meningkatkan produk mereka (pelaku usaha) terutama diversifikasi olahannya melalui pelatihan, sehingga puluhan pelaku usaha ini akan belajar bersama Balai Batik Jogja hingga beberapa penyuluh perikanan berasal dari Kementerian Perikanan dan Kelautan RI.

“Ya, adanya pendamping sekaligus pelatihan yang diberikan oleh narasumber dari Balai batik Jogja, juga terdapat teman-teman penyuluh perikanan yang berasal dari Kementerian Perikanan dan Kelautan, kantornya di Dinas Perikanan Kota Sorong, mereka (penyuluh) akan memberikan pelatihan dan diharapkan akan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi peserta pelatihan agar dapat meningkatkan produk mereka (pelaku usaha) terutama diversifikasi olahannya,” kata Pj Wali Kota Sorong.

Lebih lanjut, menurutnya ikan tenggiri dapat diolah menjadi abon ikan, bakso ikan, kerupuk ikan maupun olahan-olahan lainnya. Selain itu, dinilainya semua pihak harus mampu mendorong ketahanan pangan lokal sesuai arahan Presiden guna menjaga inflasi, sehingga dirinya berharap bahwa ikan itu harus juga merupakan keanekaragaman, demi diserfikasi berbagai macam jenis, dinilainya dengan olahan-olahan seperti ini akan memberikan nilai tambah dalam ranah meningkatkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun Industri Kecil Menengah (IKM) daripada pelaku usaha itu sendiri.

Kemudian, menurutnya juga, saat ini produksi perikanan yang telah diolah ini dapat menjadi nilai ekonomis dan nilai tambah serta merambat ke pangsa pasar, sehingga produk yang dihasilkan itu dapat merambat pula keberbagai market hingga melayani permintaan antar daerah.

Sementara itu, dibeberkan Geogre bahwa, terdapat berbagai fasilitas yang menjadi perhatian pihaknya, baik dari segi menjaga kualitas hingga menjaga proses packing, kendati demikian, dinilainya ini menjadi perhatian OPD terkait dari aspek pembinaan maupun pendampingan.

“Tadi saya meninjau, ada yang pengolahan menjemur ikan teri, akan tetapi lantainya kurang memadai, tidak boleh, harusnya diberikan edukasi yang baik, harus memperhatikan hal-hal kecil, sehingga kita kedepannya tetap menjaga kualitas dari produk itu sendiri,” tuturnya.

Tak hanya itu, ditambahkannya, terkait pelaku usaha noken, sebagai Pj Wali Kota Sorong, dirinya mengharapkan bahwa dengan mendatangkan narasumber dari Balai batik Jogja, kedepannya, mereka (pelaku usaha noken) ini dapat meningkatkan kemampuan baik dari segi rajutan maupun kerajinan, hingga melahirkan dan menggagas inovasi serta kreasi terbaru.

Pada kesempatan yang sama, dirinya menyebutkan bahwa, terkait diversifikasi olahan hingga kerajinan, ini tentunya menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam memberikan sarana pelatihan bersama hingga pendampingan bersama, yang mana hal ini perlu terus diekspos dalam meningkatkan UMKM maupun IKM.

“Kita itu harus naik kelas dan siap bersaing, karena Sorong sebagai Kota jasa, Kota industri, dan juga Kota perdagangan. Pasti akan ramai, semua orang datang kemari, urusan di Kota Sorong maupun darimana saja harus ada oleh-oleh, kita siapkan, kita berharap SIKIM yang menyiapkan produk-produk itu, agar mereka membawa sebagai oleh-oleh,” jelasnya. (Mewa/Jharu)

Komentar