oleh

Mengenal Proyek EPC Open Acces Jetty III dan Crude Oil RU VII Kasim

SORONG, – General Manager (GM) PT Pertamina Kilang Internasional RU VII Kasim Yulianto Triwibowo bersama team management RU VII dan team management PT Hutama Karya (HK) yang merupakan konsorsium Pembangunan Proyek EPC Open Acces Pembangunan Jetty III (pelabuhan khusus minyak) dan tanki timbun Crude Oil milik PT Pertamina Kilang Internasional RU VII Kasim, melakukan sosialisasi sebelum dimulainya Pembangunan Pekerjaan Proyek tersebut.

GM RU VII Yulianto Triwibowo dalam keterangannya, Sabtu (16/1/21) mengatakan tujuan dari proyek open access ini adalah mengembalikan kapasitas pengolahan RU VII ke kapasitas desain yaitu 10.000 BPSD. Proyek ini sendiri akan di kerjakan oleh konsorsium PT. HK- PT GSB sebagai EPC Contractor.

Kilang RU VII Kasim adalah kilang dengan kapasitas produksi 10.000 barrel per hari, menghasilkan produk Premium, Biosolar B-30 dan Marine Fuel oil (MFO).

Latar belakang pembangunan open access ini disebabkan menurunnya produksi Crude Oil atau minyak mentah yang dihasilkan oleh Petrogas Basin Ltd. sehingga menurunkan kapasitas pengolahan kilang RU VII yang secara desain mampu mengolah 10.000 barrel per stream day (BPSD) dan sekarang hanya mampu berproduksi 6000 BPSD yang merupakan kapasitas minimal pengolahan kilang (turn down capacity) dan menurunkan margin kilang sehingga tidak ekonomis.

Hal ini lah yang melandasi RU VII melaksanakan proyek ini yaitu untuk mempertahankan stabilitas supply dan stock crude oil sehinga supply BBM dari kilang RU VII ke wilayah Maluku dan Papua ini bisa tetap terjaga.

Komentar