MAYBRAT, PBD – Tokoh intelektual Maybrat sekaligus Ketua FOPERA (Forum Pengawal Perjuangan Rakyat) Papua Barat Daya, Yanto Ijie, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Maybrat, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Maybrat, atas langkah cepat dalam menyelesaikan berbagai perbedaan pendapat yang muncul pasca pelantikan pejabat eselon II, III, dan IV di Kabupaten Maybrat.
Menurut Yanto, respons cepat Bupati Maybrat patut diapresiasi karena mampu meredam dinamika yang sempat menghambat aktivitas pemerintahan. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan aparat keamanan, termasuk TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta para anggota DPR di wilayah Maybrat yang turut berkolaborasi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Gerak cepat yang dilakukan Bupati Maybrat merupakan langkah positif yang harus diapresiasi. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan baik,” ujar Yanto.
Ia juga menyoroti pelantikan sekitar 503 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Maybrat sebagai salah satu pelantikan pejabat terbanyak pasca kepala daerah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri, bahkan disebut sebagai yang terbesar di Papua Barat Daya.
Yang paling penting, lanjut Yanto, dari total pejabat yang dilantik, sekitar 99 persen merupakan Orang Asli Papua (OAP). Hal ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Maybrat telah menjalankan semangat Otonomi Khusus secara sesungguhnya dengan memberikan keberpihakan kepada masyarakat asli Papua.
“Ini adalah bukti bahwa Otonomi Khusus benar-benar diterapkan di Maybrat. Orang Asli Papua diberi ruang besar untuk berperan dalam pemerintahan daerah,” tegasnya.
Yanto mengajak seluruh elemen masyarakat Maybrat untuk meninggalkan perbedaan pendapat yang sempat terjadi dan bersama-sama mendukung kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati dalam mewujudkan visi pembangunan daerah yang sejahtera, aman, dan damai.
“Mari kita bergandeng tangan, bahu-membahu, dan bergotong royong mendukung pemerintah yang telah dipilih langsung oleh rakyat. Berikan kesempatan kepada pemimpin dan pejabat yang baru dilantik untuk bekerja,” katanya.
Kepada pihak-pihak yang belum terakomodasi dalam pelantikan kali ini, Yanto juga berpesan agar tetap bersabar dan menjaga persatuan. Menurutnya, masa kepemimpinan yang masih panjang membuka peluang untuk evaluasi dan kesempatan di waktu mendatang.
“Perbedaan itu hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi harus disikapi dengan cara-cara yang mengedepankan kemanusiaan. Bagi yang belum terakomodir, sabar adalah kunci, besok belum kiamat, karena kesempatan ke depan masih terbuka,” pesannya.
Ia berharap kepada para pejabat yang dilantik dapat bekerja dengan baik dan menjaga amanah yang telah diberikan oleh pimpinan. (Oke)








Komentar