oleh

Inilah Pesan Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Terkait Sosok Pemimpin

SORONG, – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong melaksanakan studium general dengan menyongsong tema ‘Mempersiapkan Pemimpin yang Sukses di Era Kompetitif dan Kolaboratif’ bertempat di Aula IAIN Sorong, Kota Sorong, Papua Barat, Senin (26/9/22).

Siapa sangka, dalam pelaksanaan studium general yang dihelat itu, kampus hijau IAIN Sorong menghadirkan narasumber pemuka agama ternama Indonesia yakni Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

Berdasarkan pantauan media ini, kedatangan Nasaruddin Umar didampingi langsung oleh Rektor IAIN Sorong, Hamzah Khairiyah serta Wakil Rektor I, M. Rusdi Rasyid di pintu utama Aula disambut hangat dan meriah oleh ratusan tepuk tangan dari mahasiswa, pimpinan perguruan tinggi, tenaga pendidik, hingga civitas akademika IAIN Sorong lainnya, yang berkesempatan hadir dalam pelaksanaan studium general tersebut.

Meskipun hanya sebentar memberikan paparan materi kepada ratusan mahasiswa berbagai program studi yang hadir, pemuka agama kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu, mengisi studium general dengan nada yang mampu menyejukkan hati para pendengarnya, sebagaimana ciri khas penyampaian materinya yang dikenal ringan dan santai, sehingga mampu menggugah hati para pendengarnya dengan pesan-pesan Islami yang disajikan.

Dalam pemaparan materinya, Iman Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar menjelaskan terkait konsep pemimpin yang sukses di era kompetitif dan kolaboratif saat ini. Dimana disampaikannya bahwa, Allah SWT telah menjelaskan kepada seluruh umat manusia perihal pemimpin yang baik melalui berbagai contoh kepemimpinan yang Allah ketengahkan dalam kitab-Nya, Al-Qur’an.

“Diantara sosok yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah Musa AS, terdapat didalam QS. Al-Qashash ayat 26, Musa AS ini disifati memiliki dua sifat yaitu al-qawiyy (kuat) dan al-amin (bisa dipercaya), sehingga dua sifat inilah yang harus dimiliki oleh seseorang yang bekerja untuk negara, dua sifat tersebut adalah al-quwwah yang bermakna kapabilitas, kemampuan, kecakapan, dan al-amanah yang bermakna integritas, kredibilitas, moralitas,” terangnya.

Kemudian, disampaikan Mantan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia tahun 2011 sampai 2014 itu bahwa kriteria pemimpin yang terbaik menurut Al-Qur’an yakni memiliki aspek kredibel serta kapabel.

“Dua-duanya (kredibel dan kapabel) harus terdapat pada diri seorang pemimpin, bukan hanya terdapat salah satunya saja. Jika sosok pemimpin hanya memiliki kredibel akan tetapi tidak memiliki aspek kapabel, maka urusan yang dilakukan akan berantakan, dikarenakan diserahkan pada yang bukan ahlinya,” jelasnya.

Ditambahkan Nasaruddin Umar, apabila sosok pemimpin yang mengerjakan suatu urusan yang bukan merupakan kapasitasnya, maka sesuai sabda Rasulullah, disebutkannya akan terjadi sebuah kehancuran.

“Rasulullah saw bersabda, jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya, sebaliknya, jika seorang pemimpin hanya memiliki aspek kapabel saja, tetapi tidak memiliki aspek kredibel, maka dia justru akan minteri rakyat, menipu rakyat, menjadi maling dan perampas hak-hak dari rakyatnya, serta tidak bisa dijadikan sebagai contoh dan teladan,” tegasnya.

Sebelumnya, dengan mengenakan dresscode yang berbeda-beda, terlihat antusias mahasiswa serta civitas akademika IAIN Sorong lainnya membludak sejak pagi hari sekitar pukul 07.00 WIT menunggu kedatangan tokoh agama asal Sulawesi Selatan di kampus Hijau IAIN Sorong.

Usai mengisi studium general selama kurang lebih 20 menit, Nasaruddin Umar bertolak menuju Bandara Deo Sorong untuk melanjutkan perjalanan misi dakwah yang diembannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Sorongnews.com, pemuka agama kelahiran 23 Juni 1959 ini, sebelumnya pada tanggal 25 September 2022 lalu, bertempat di Masjid Agung Waisai, Raja Ampat, serta Masjid Al-Hakim, Kota Sorong, telah mengisi pemaparan materinya dengan mengusung konsep penguatan moderasi beragama bagi kalangan akademisi dan masyarakat di Tanah Cendrawasih Papua.(Jharu)

Komentar