MANOKWARI, PAPUA BARAT – Peristiwa tragis menimpa dua pelajar SMA yang sedang berbuka puasa di kawasan Pantai Amban, Kampung Petrus Kafiar, Kabupaten Manokwari, Kamis malam. Seorang pelajar laki-laki berinisial FS dilaporkan meninggal dunia setelah diserang seorang pelaku menggunakan balok kayu.
Kasat Reskrim Polresta Manokwari, Agung Gumara Samosir, mengatakan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku dan saat ini sedang melakukan pengejaran.
Menurut Agung, peristiwa tersebut terjadi di Jalan Amban Pantai, Kampung Petrus Kafiar, Kabupaten Manokwari.
Saat kejadian, korban FS yang merupakan siswa kelas 2 di SMA Negeri 1 Manokwari sedang bersama pacarnya, SAP, siswi kelas 1 di sekolah yang sama.
“Kedua korban datang ke Pantai Amban sekitar pukul 17.00 WIT untuk berbuka puasa. Setelah berbuka, mereka berencana kembali ke rumah untuk mengikuti salat tarawih,” ujar Agung saat diwawancarai.
Sekitar pukul 19.00 WIT, seorang pelaku tiba-tiba datang dan menendang tempat duduk di lokasi kedua korban berada. Korban FS kemudian berdiri dan sempat menanyakan kesalahannya kepada pelaku.
Namun tanpa banyak bicara, pelaku langsung memukul korban menggunakan balok kayu yang mengenai bagian leher hingga korban terjatuh. Akibat pukulan tersebut, korban mengalami luka serius.
Korban perempuan, SAP, yang melihat kejadian itu sempat berteriak meminta pertolongan. Pelaku kemudian turut melakukan kekerasan terhadapnya dengan memukul dan menendang hingga korban terjatuh dan pingsan.
Setelah itu, pelaku mengambil barang milik kedua korban berupa handphone dan dompet sebelum melarikan diri dari lokasi kejadian.
Beberapa saat kemudian, korban perempuan sadar dari pingsan dan melihat korban FS masih tergeletak di tanah. Ia kemudian berlari meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang datang ke lokasi langsung membantu dan membawa korban perempuan ke kantor polisi untuk membuat laporan.
Saat ini korban SAP masih menjalani perawatan di rumah sakit di Provinsi Papua Barat karena mengalami luka dan trauma akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, berdasarkan hasil visum, korban FS meninggal dunia akibat luka berat di bagian leher yang menyebabkan patah tulang.
Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa balok kayu yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang korban di tempat kejadian perkara (TKP).
Kasat Reskrim mengimbau masyarakat, khususnya para remaja di Kota Manokwari, agar lebih berhati-hati saat berada di tempat yang sepi.
“Kami menghimbau kepada para pemuda dan pemudi agar tidak berada di tempat sepi hanya berdua. Sebaiknya bersama teman lain untuk menghindari potensi tindak kejahatan,” ujarnya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk segera menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (Rolly)







Komentar