Aksi Damai Papua Barat Desak Keadilan atas Penembakan Warga Sipil di Papua Tengah

MANOKWARI, PAPUA BARAT – Aksi damai digelar oleh sejumlah organisasi masyarakat di Manokwari, Papua Barat, sebagai respons atas insiden penembakan yang menewaskan 15 warga sipil di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen, seperti Parlemen Jalanan, Gerakan Noken Kasuari, dan Pilar Pemuda Rakyat Papua Barat, berkumpul di kawasan Wosi dengan membawa spanduk serta menyampaikan orasi secara bergantian, Senin (27/4/26).

Dalam aksinya, mereka menyoroti dampak kemanusiaan akibat konflik bersenjata yang terus terjadi di wilayah Papua. Para peserta aksi menilai, pendekatan keamanan yang selama ini dilakukan belum mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil.

Massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian operasi militer di wilayah sipil, penarikan pasukan dari daerah konflik, serta dilakukannya investigasi independen atas peristiwa penembakan yang menewaskan 15 warga tersebut.

Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah untuk menjamin perlindungan bagi warga yang mengungsi, serta menyediakan bantuan kemanusiaan yang memadai, termasuk kebutuhan pangan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa persoalan di Papua tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Mereka juga mendorong pemerintah untuk membuka ruang dialog yang melibatkan semua pihak sebagai langkah penyelesaian konflik secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Ketua Parjal Papua Barat, Ronald Mambieuw, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan Papua tidak semata soal keamanan, tetapi juga menyangkut kemanusiaan dan keadilan.

“Negara harus hadir dengan cara yang lebih manusiawi dan adil. Pendekatan militer tidak akan menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan DPR Papua Barat yang menerima aspirasi menyampaikan bahwa aksi damai tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat yang sah dan harus menjadi perhatian pemerintah.

Aksi berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, dan berakhir tanpa insiden. Massa berharap pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret untuk menciptakan situasi yang lebih aman dan damai di Tanah Papua. (**/Rolly)

Komentar