SORONG, PBD – Wakil Gubernur Papua Barat Daya selaku Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan tanggapan terkait temuan dugaan ulat pada menu makanan yang dibagikan kepada siswa di salah satu sekolah di Kota Sorong.
Melalui keterangan yang disampaikan via pesan WhatsApp di tengah agenda padat peninjauan lapangan evaluasi pengelolaan Dana Otsus 2026 di sejumlah OPD, Wagub menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
Disebutkan bahwa pada Rabu, 22 April 2026, menu MBG yang didistribusikan terdiri dari ikan kuah kuning, tumis kacang panjang, tempe, buah kelengkeng, dan nasi. Informasi awal diperoleh dari pihak sekolah yang kemudian dilaporkan kepada Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terkait adanya temuan ulat pada menu ikan yang diterima siswa.
Temuan tersebut sempat beredar di media sosial WhatsApp dengan narasi bahwa makanan siswa mengandung ulat hidup. Menindaklanjuti laporan itu, tim yang terdiri dari Kepala SPPG, ahli gizi, akuntan, SPPI, dan asisten lapangan langsung turun ke Sekolah Oikumene untuk melakukan pengecekan terhadap seluruh wadah makanan (ompreng) serta berkoordinasi dengan pihak guru.
Berdasarkan keterangan guru, ulat hanya ditemukan pada satu ompreng milik siswa bernama Rahmatia, dan terjadi selama dua hari berturut-turut, yakni Selasa (21/4) dengan menu ikan goreng dan Rabu (22/4) dengan menu ikan kuah kuning.
Pada pukul 13.30 WIT, Kepala Regional (Kareg) bersama Koordinator Wilayah (Korwil) juga melakukan pemeriksaan terhadap sisa makanan di SPPG Kota Sorong, tepatnya di wilayah Sorong Utara, Sawagumu, dengan mengambil sampel dari dua sekolah berbeda. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya ulat pada makanan sisa siswa.
Namun demikian, dari hasil pengecekan fasilitas, ditemukan kondisi kebersihan SPPG yang dinilai masih kurang optimal, ditandai dengan banyaknya lalat di area lingkungan dapur.
Kejadian ini telah dilaporkan kepada Direktorat Pemantauan dan Pengawasan (Dirtauwas) Wilayah 3. Sebagai tindak lanjut, Dirtauwas memerintahkan penutupan sementara SPPG tersebut sejak Kamis (23/4/2026) guna dilakukan evaluasi menyeluruh serta pembenahan fasilitas hingga memenuhi standar kebersihan.
Selain itu, pada Kamis (23/4/2026), Dinas Kesehatan Kota Sorong juga telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap sampel makanan dan kondisi fasilitas di SPPG. Pihak SPPG disebut telah berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut.
Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG agar kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa tetap terjaga. (Oke)









Komentar