SORONG, PBD – Tim Penggerak PKK Provinsi Papua Barat Daya menggelar Pelatihan Anyaman Manik-Manik bertempat di Aula Gereja Baptis Anugerah Indonesia (GBAI) Sorong, Kota Sorong, Senin (4/5/2026).
Pelaksaaan Pelatihan Anyaman Manik-Manik tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026.
Pelatihan Anyaman Manik-Manik itu dibuka oleh Wakil Ketua II TP PKK PBD Quraisiah Rahaningmas mewakili Ketua TP PKK PBD Orpa Susana Kambu ditandai dengan penabuhan tifa secara bersama-sama.
Pelaksaaan Pelatihan Anyaman Manik-Manik ini digelar selama tiga hari lamanya, hingga Rabu (6/5/2026) mendatang dan dan diikuti oleh para ibu rumah tangga hingga remaja putri dari berbagai wilayah di Kota Sorong dan sekitarnya.
Wakil Ketua II TP PKK PBD Quraisiah Rahaningmas mengatakan bahwa pembangunan nasional pada dasarnya adalah pembangunan manusia yang dimulai dari keluarga.
“Pembangunan masyarakat dapat terwujud apabila kondisi keluarga juga baik. Keluarga menjadi tolok ukur kesejahteraan masyarakat secara umum,” ujar Wakil Ketua II TP PKK PBD Quraisiah Rahaningmas.
Ia menjelaskan bahwa gerakan PKK hadir sebagai upaya pemberdayaan keluarga melalui berbagai program, termasuk pelatihan keterampilan seperti anyaman manik-manik yang masuk dalam program pendidikan dan keterampilan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dukungan PKK dalam meningkatkan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.
“Pelatihan ini adalah bagian dari upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat, khususnya perempuan, agar mampu mengubah potensi diri menjadi penghasilan nyata,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan PKK dalam mewujudkan visi pembangunan Papua Barat Daya, yakni masyarakat yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Quraisiah turut berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan ini dengan baik.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Perempuan diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi, dimulai dari lingkup keluarga,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang hadir. Selain meningkatkan keterampilan, pelatihan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru berbasis kerajinan lokal yang bernilai ekonomi. (Sip)

____













Komentar