Pemilik Warung Makan : Saya Diseret, Dipukuli dan Barang Saya Dibakar

SORONG, – Kata pepatah fitnah atau berita bohong lebih kejam dari membunuh nampaknya dirasakan oleh Aisyah dan suaminya Sarjan, pemilik warung Camira yang memulai dagangan warung makannya sejak tahun 2018 silam.

Tak pernah menduga bahwa mereka akan menjadi korban kejinya berita bohong dari media sosial yang mengatakan bahwa ada orang yang makan di warungnya pada siang hari dan malamnya meninggal dunia. Berita bohong yang tersebar secara brutal di media sosial itu kemudian membuat sekelompok orang mendatangi warung Camira yang berada di jalan Kakaktua Kilometer 7, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat malam (18/11/22).

Diceritakan oleh pemilik warung, Aisyah sekira pukul 21.30 WIT Ia sedang beristirahat di tempat tidurnya di dalam warung, sedangkan suaminya sedang membeli ayam di Supermarket. Tiba-tiba sekelompok orang menggedor pintu warung dan masuk tanpa permisi dan menyeretnya dari atas tempat tidur kedepan warung dan memukulnya menggunakan kayu balok dibagian kepala belakang, lengan dan bahu bagian belakang.

“Saya sambil menangis dan menahan sakit bilang tolong Kakak jangan seret Saya. Kakak-kakak jangan pukul Saya kah, habis itu baru mereka lepaskan Saya,” isak Aisyah menceritakan kembali pengalaman yang dialaminya kepada sorongnews.com, Sabtu (19/11/22).

Kemudian Ia pun tak kuasa membendung amukan warga yang sudah terlihat anarkis dengan mengambil semua barang-barang miliknya di dalam warung dan dibakar didepan warung.

“Semua habis, uang, HP, Kulkas, barang-barang di dalam warung, kompor, lemari, semuanya dan motor Revo semua habis dibakar. Saya keluar dengan baju dibadan saja,” terangnya.

Saat ini, Ia dan suami mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut, apalagi dituding jualannya meracuni orang.

“Saya sudah berjualan 4 tahun disini, tidak pernah alami kejadian seperti ini. Saya selalu membeli bahan baku makanan ditempat yang terjamin. Misalnya beli ayam di Mega (salah satu supermarket di Sorong), Ikan di Jembatan Puri, Sayur-sayur di Pasar. Kalau ada yang keracunan dari makanan, mungkin tidak satu orang ya. Saya dan keluarga juga mungkin keracunan karena apa yang Saya jual juga Saya dan keluarga makan,” urai Aisyah.

Ia pun sampai saat ini masih mengalami trauma dan mengaku belum mau membuka warung makan lagi.

“Saya masih trauma ini, untuk buka kembali warung mungkin belum. Saya takut sekali, nanti dapat fitnah seperti ini lagi,” ujarnya.

Ia pun berharap keadilan dari penegak hukum atas kejadian yang dialaminya.

“Saya hanya mau keadilan dan pemulihan nama baik Saya, serta penggantian kerugian tempat usaha yang Saya alami,” harap Aisyah.

Sebelumnya, sejumlah orang mendatangi warung Camira di Kilometer 7 dan melakukan aksi penganiayaan kepada pemilik warung, pengerusakan warung dan membakar barang-barang pemilik warung.

Kapolres AKBP Johanes Kindangen yang tiba di lokasi kejadian memerintahkan jajarannya menelusuri isu tersebut dan diketahui bahwa isu tersebut tidak benar karena oknum yang diduga keracunan masih hidup dan tidak menampakan adanya penyakit yang berbahaya. (Oke)

____

Komentar