Korban Penikaman Bertambah, Tommy Reggoy Susul Fita Manibui Meninggal Dunia, Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

SORONG, PBD – Korban penikaman di Kota Sorong kembali bertambah. Seorang pemuda bernama Tommy Reggoy (23) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sele Be Solu, Papua Barat Daya, Rabu malam (4/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Tommy mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 19.12 WIT. Jenazah kemudian diarak pihak keluarga dari rumah sakit menuju rumah duka di Komplek Rufei, Distrik Sorong Barat, sekitar pukul 21.00 WIT.

Dalam perjalanan, keluarga korban sempat meluapkan emosi di depan kantor Polresta Sorong Kota dengan memblokade sebagian ruas Jalan Ahmad Yani.

Kabag Ops Polresta Sorong Kota, Kompol Andi Muhammad Nurul Yaqin, mengatakan situasi tersebut dipicu oleh duka dan kemarahan keluarga atas meninggalnya korban.

“Tommy adalah korban kedua yang meninggal dunia. Tadi sempat terjadi arak-arakan, namun sudah kami redam,” ujar Andi kepada wartawan.

Ia memastikan kondisi keamanan di sekitar lokasi saat ini sudah kondusif, dan keluarga korban telah melanjutkan perjalanan ke rumah duka.

Sementara itu, personel Satreskrim Polresta Sorong Kota masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku.

Sebelumnya, keluarga korban lainnya, Fita Rusniar Manibui (23), juga mengarak jenazah ke kantor Polresta Sorong Kota pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIT.

Dalam aksi tersebut, keluarga menuntut keadilan serta meminta kepolisian segera menangkap terduga pelaku berinisial YT.

“Kami tidak minta banyak, polisi harus segera menangkap pelaku. Jangan biarkan dia bebas setelah membunuh anak kami,” ujar Yunita Manibui, salah satu keluarga korban.

Ia juga meminta agar penanganan kasus ini dilakukan secara adil dan transparan, sebagaimana kasus-kasus lain yang ditangani aparat kepolisian.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polresta Sorong Kota, AKP Afriangga U Tan, menegaskan bahwa pihaknya telah bergerak cepat.

“Tim saat ini masih berada di lapangan dan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku utama,” tegasnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada aparat, demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Sorong. (oke)

Komentar