BINTUNI, PBD – Komitmen mendukung pemulihan pasokan listrik bagi masyarakat Kampung Tanah Merah Baru (TMB) dan Kampung Saengga kembali ditegaskan oleh bp Indonesia melalui operasional Tangguh LNG.
Dalam keterangan tertulisnya pada Senin (2/3/26) diketahui Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni dan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan bp telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah agar PLN dapat memanfaatkan sementara genset cadangan milik negara yang saat ini berada di bawah pengelolaan bp untuk operasional Tangguh LNG.
Langkah ini diambil sebagai solusi darurat menyusul padamnya pasokan listrik sejak 5 Januari 2026 akibat kerusakan trafo milik PLN, yang berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat, fasilitas umum, kegiatan ekonomi, hingga operasional pompa air bersih terutama di momen bulan Ramadan.
Perwakilan bp menyampaikan bahwa pemanfaatan genset cadangan ini diharapkan menjadi solusi jangka pendek sembari menunggu perbaikan permanen trafo oleh PLN sesuai kewenangannya.
Vice President Communications & External Affairs bp Indonesia, Becky Unidjaja, mengatakan pihaknya memahami sepenuhnya dampak yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman listrik tersebut.
“Sejak awal, fokus kami adalah memastikan keselamatan, membantu menjaga kebutuhan dasar warga terutama akses air bersih serta mendukung PLN untuk menemukan solusi darurat yang dapat segera dijalankan. Melalui kerja sama erat dengan PLN, Pemerintah Daerah dan instansi terkait, kami berharap kondisi ini dapat segera tertangani sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya.
Sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan PLN ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan listrik di Tanah Merah Baru dan Saengga, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. (**/oke)











Komentar