oleh

Sempat Memanas, Wali Kota Sorong Minta Perkara Diusut Tuntas Sesuai Hukum Adat Dan Negara

SORONG,- Sejumlah keluarga korban pegawai yang dipekerjakan oleh Hendrik Sitorus (HS) yang diduga sebagai peracik Minuman keras oplosan di Jayapura, melakukan aksi pemalangan jalan dengan membakar sejumlah kayu, ban bekas hingga kasur di tengah jalan sepanjang Jalan Yos Sudarso, Boswesen dan Rufei, Kota Sorong, Papua Barat, Jumat (27/5/22).

Aksi massa tersebut merupakan luapan emosi, setelah keenam jenazah tiba dari Jayapura di Sorong Kamis (26/5/22). Sekitar satu jam aksi massa tersebut membuat lalu lintas terhenti dan aktivitas perdagangan di pasar Boswesen dan sekitarnya ikut terhenti.

Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Sorong, Lambert Jitmau, mendatangi rumah korban minuman racikan oplosan yang meninggal di Jayapura, yang beralamat di Jalan Diponegoro Rufei Kota Sorong Papua Barat, Jumat (27/5/22).

Wali Kota didampingi oleh Kapolres Sorong AKBP Johannes Kindangen, terlihat melewati jalur di Pasar Boswesen tempat dimana beberapa massa terlihat sedang melakukan aksi bakar-bakar ban.

Sesampainya di Rumah Duka, Wali Kota dan Kapolres disambut baik dengan Keluarga Korban, kemudian dilanjutkan dengan melakukan koordinasi dengan pihak keluarga terkait dengan biaya pemakaman serta menindak lanjuti kasus Hendrik Sitorus.

“Saya secara pribadi dan keluarga mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, kita tidak boleh mempersalahkan siapa-siapa sekarang tinggal bagaimana kita urus mereka punya jasad-jasad ini untuk dibawa ke tempat pemakaman, sebelum Bapak dan Ibu-Ibu semua sedih saya lebih sedih karena mereka ini anak-anak muda yang jadi harapan masa depan tanah ini, bahkan terlebih lagi harapan Suku Imeko,” tutur Wali Kota.

Wali Kota meminta agar orang yang membawa beberapa korban ini untuk bekerja di Jayapura bisa diperlakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

“Orang Papua punya adat dan Saya minta kepada pihak kepolisian terutama Pak Kapolres agar memperlakukan oknum yang mempekerjakan mereka-mereka ini sesuai undang-undang yang berlaku,” terangnya.

Dirinya menambahkan bahwa akan berikan biaya sebesar Rp. 20 juta untuk membantu proses pemakaman para jenazah tersebut dan pada Senin nanti akan diberikan santunan kepada masing-masing keluarga korban.

Usai bertemu keluarga korban, Kapolres memastikan bahwa kondisi telah kembali aman dan kondusif. Sedangkan menurut informasi yang diperoleh sorongnews.com, pemakaman keenam jenazah akan dilakukan Sabtu (28/5/22). (Mewa)

 

Komentar