Setelah divaksin, secara otomatis, peserta mendapatkan pesan SMS yang menyatakan mendapatkan elektronik sertifikat yang dibuka melalui tautan. E sertifikat ini menandakan bahwa telah menjadi peserta vaksin.
Peserta kemudian duduk sekitar 20-30 menit untuk diobservasi oleh petugas, apakah ada gejala atau efek dari vaksin. Usai observasi, terlihat peserta diberikan minuman kacang hijau oleh pihak manajemen RS.
Salah satu Nakes yang usai menjalani imunisasi mengatakan tidak merasakan adanya kendala maupun gejala. Mereka lebih merasa percaya diri setelah divaksin.

“Meski sudah divaksin, mereka harus tetap menjalani protokol kesehatan. Kami harap semua tenaga kesehatan disini bisa divaksin, karena selain dapat melindungi diri sendiri, mereka juga melindungi keluarga mereka dan lingkungan kerja,” pesan Mavkren.
Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit menular, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Edi Sunandar menjelaskan bahwa jatah vaksin untuk Kota Sorong sebanyak 2.600 diperuntukan 1.300 tenaga kesehatan yang berada di Kota Sorong. Penyuntikan vaksin akan dilakukan dua tahap dengan jeda 14 hari atau dua minggu. (Oke)











Komentar