Jumlah TPS Pada Pilkada Akan Berkurang, KPU Maksimalkan Petugas Pantarlih yang Mulai Bekerja 23 Juni

SORONG, PBD – KPU Papua Barat Daya menggelar sosialisasi terkait pembentukan Pantarlih Pilkada 2024 kepada KPU Kabupaten Kota se Papua Barat Daya di salah satu hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (15/6/24).

Komisioner KPU PBD, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Fatmawati memimpin sosialisasi tersebut dengan memaparkan tugas fungsi Pantarlih hingga jadwal pelaksanaan Pantarlih.

Ia mengatakan bahwa Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) di Provinsi Papua Barat Daya untuk Pemilu 2024 masih menunggu penetapan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang pasti. Namun dipastikan jumlah TPS akan berkurang pada Pilkada dibandingkan jumlah TPS pada Pilpres dan Pileg.

Dimana tugas Pantarlih menurut Fatmawati untuk pencocokan dan penelitian pemutakhiran data pemilih secara langsung.

Untuk petugas Pantarlih sendiri bertugas selama 1 bulan lamanya mulai dari 23 Juni hingga 24 Juli 2024, dengan harapan petugas Pantarlih dapat mulai memetakan dan menjadwalkan pelaksanaan Coklit.

Ditemui disela-sela sosialisasi, Ketua KPU Provinsi Papua Barat Daya, Andarias Daniel Kambu, mengatakan pada Pemilu 2024, proyeksi awal menunjukkan adanya penurunan jumlah TPS dibandingkan Pemilu sebelumnya. Dari 2.156 TPS, diproyeksikan jumlah TPS di Pemilukada 2024 akan berkisar di angka 1.500an.

“Pelaksanaan perekrutan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) kita disesuaikan dengan jumlah TPS tentunya nanti akan dilakukan penetapan dulu setelah dari TPS baru bisa dipastikan jumlah yang akan di rekrut,” jelas Andarias.

Penetapan jumlah TPS ini penting untuk memastikan efektivitas dan efisiensi dalam pelaksanaan pemutakhiran data pemilih.

Dengan jumlah Pantarlih yang proporsional, diharapkan proses pemutakhiran data pemilih dapat berjalan dengan lancar dan akurat.

Andarias menghimbau kepada masyarakat di Papua Barat Daya untuk terus mengikuti informasi terbaru terkait Pemilu 2024 melalui kanal-kanal resmi KPU dan Bawaslu. (Oke)

____

Komentar