SORONG, PBD – Konser Papua Van Java (PVJ) bertajuk Harmoni Dalam Melodi yang akan digelar di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (18/4/2026), dipastikan murni event swasta tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah.
Koordinator event, Andrew Ansanay, menegaskan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan, mulai dari operasional hingga menghadirkan para talenta, berasal dari sponsor dan pengelolaan internal pelaku industri kreatif Papua.
“Papua Van Java tidak melibatkan satu rupiah pun dari pemerintah daerah. Ini murni event swasta yang dikelola oleh anak-anak Papua yang bergerak di industri kreatif,” tegas Andrew, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, tujuan utama penyelenggaraan konser ini adalah mengangkat potensi Papua dalam industri kreatif agar mampu bersaing dan setara dengan wilayah lain, khususnya Jawa. Selain itu, event seperti PVJ dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi daerah.
Menurutnya, kehadiran event berskala besar akan berdampak langsung pada pelaku UMKM serta meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi.
“Semakin banyak event digelar, kota akan semakin hidup. UMKM bergerak, ekonomi berputar, dan pemerintah juga mendapat pemasukan dari pajak yang kami bayarkan,” jelasnya.
Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait dugaan penggunaan dana pemerintah, Andrew menilai opini tersebut tidak benar. Ia menegaskan bahwa pemerintah hanya memberikan dukungan berupa fasilitas aset, yang penggunaannya tetap dikenakan biaya resmi.
“Kami justru menyumbang Pendapatan Asli Daerah melalui retribusi penggunaan alun-alun dan pajak reklame yang langsung masuk ke kas daerah,” ujarnya.
Terkait penutupan area konser, pihak penyelenggara menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan prosedur standar untuk event berbayar, guna memastikan kenyamanan dan keamanan penonton yang telah membeli tiket.
Andrew juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar serta bersama menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
Ia berharap Papua Van Java tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga menjadi wadah bagi musisi Papua untuk menunjukkan karya dan membangun apresiasi publik.
“Harapannya, talenta musik Papua bisa semakin dikenal dan mendapat tempat yang layak. Kita ingin Papua bisa berdiri sejajar dengan daerah lain dalam industri kreatif,” pungkasnya. (**/Oke)

____
_____
_____
_____
_____
____











Komentar