DORONG PBD – Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Sorong, SP4 Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (2/4/2026).
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, diikuti oleh para guru, tenaga kependidikan, siswa-siswi, serta tamu undangan dari berbagai unsur pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Pendidikan Islam Kanwil Kementerian Agama Papua Barat, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sorong, Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Sorong, Komite Sekolah, serta jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan MAN Insan Cendekia Sorong.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebagai bagian dari rangkaian resmi peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026.
Dalam pidato tersebut ditegaskan bahwa Hari Pendidikan Nasional merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi terhadap perjalanan pendidikan nasional, sekaligus meneguhkan kembali komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Indonesia.
“Pendidikan dipandang sebagai proses yang dilaksanakan dengan penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia, serta sebagai upaya menumbuhkembangkan potensi peserta didik agar menjadi insan yang beriman, berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab,” pesan Wagub.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang bermartabat, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.
Dalam pidato tersebut juga ditegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi bagian penting dari visi pembangunan nasional, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Salah satu fokus utama kebijakan pendidikan saat ini adalah penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menetapkan sejumlah kebijakan strategis, antara lain revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Pidato tersebut juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif sebagai bagian dari upaya membangun karakter peserta didik serta memperkuat integrasi sosial di lingkungan pendidikan.
Selain itu, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dari masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen bangsa dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Papua Barat Daya dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh insan pendidikan di Papua Barat Daya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Upacara berlangsung tertib dan lancar, serta diakhiri dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus memajukan pendidikan di Papua Barat Daya sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat. Nampak peserta mengenakan pakaian tradisional nusantara menunjukan keberagaman di Indonesia. (Oke)











Komentar