SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya resmi meluncurkan program Sinergi Gerakan Pangan Murah Keliling (SIGERAK Pangan Murah) sebagai upaya konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mengendalikan inflasi daerah.
Peluncuran program ini dilakukan oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, di halaman Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Selasa (12/5/2026), dan dihadiri Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Kepala perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Bulog, serta sejumlah instansi terkait.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau mengungkapkan bahwa tingkat inflasi Papua Barat Daya saat ini menunjukkan tren kenaikan.
“Inflasi kita sudah berada di angka 3,85 persen, sementara inflasi kelompok pangan bahkan mencapai 7,71 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2025, sehingga membutuhkan langkah nyata dan sinergi semua pihak untuk menjaga stabilitas harga pangan,” ujarnya.
Menurut Wagub, program SIGERAK Pangan Murah Keliling tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi strategi nyata pemerintah dalam memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
Wagub menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi “menjemput bola”, yakni menghadirkan pasar murah langsung ke wilayah-wilayah yang jauh dari pusat perdagangan dan sentra produksi.
“Kita ingin memastikan pangan murah sampai kepada masyarakat yang aksesnya sulit, yang jauh dari pasar dan daerah produksi. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” katanya.
Ia berharap jumlah armada kendaraan yang digunakan dalam program ini dapat terus ditambah agar jangkauan pelayanan semakin luas.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Setian mengatakan bahwa Program SIGERAK Pangan Murah Keliling sejalan dengan strategi pengendalian inflasi nasional yang dikenal dengan konsep 4K, yaitu:
- Ketersediaan pasokan
- Keterjangkauan harga
- Kelancaran distribusi
- Komunikasi yang efektif
Setian menekankan bahwa keempat komponen tersebut harus dijaga secara bersamaan karena gangguan pada salah satu aspek akan berdampak pada stabilitas harga.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui TPID yang dinilai konsisten melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi melalui koordinasi lintas sektor.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026 sesuai rencana, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” harap Setian.
Dengan peluncuran SIGERAK Pangan Murah Keliling, Pemprov Papua Barat Daya optimistis dapat menekan laju inflasi, menjaga daya beli masyarakat, serta memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan harga yang terjangkau hingga ke wilayah-wilayah terpencil. (Oke)

____













Komentar