BNNP Papua Barat Ungkap 60 Persen Penyalahguna Narkoba Didominasi Pelajar

SORONG, PBD – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua Barat mengungkap tingginya angka penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda, khususnya pelajar tingkat SMP hingga SMA di wilayah Papua Barat.

Bahkan, dari data BNN, lebih dari 60 persen kasus penyalahgunaan narkoba disebut didominasi usia remaja sekolah.

____

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Barat, Stanly Nixson Taghupia dalam kegiatan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang digelar Badan Kesbangpol Kota Sorong di salah satu hotel di Kota Sorong, Senin (11/5/2026).

Menurut Stanly, upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya melalui sosialisasi pengetahuan dasar tentang jenis-jenis narkoba dan dampaknya. Ia menilai faktor utama yang mendorong remaja terjerumus narkotika justru berasal dari persoalan keluarga dan lingkungan sosial.

“Yang paling penting itu faktor-faktor lain seperti keluarga yang berantakan, hubungan orang tua dan anak, pola komunikasi yang tidak berjalan baik, hingga konflik keluarga yang tidak terselesaikan. Itu yang menjadi potensi besar penyalahgunaan narkotika,” ujar Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Barat, Stanly Nixson Taghupia.

Ia menjelaskan, selama ini banyak masyarakat sudah mengetahui bahaya narkoba melalui berbagai sumber informasi. Namun kenyataannya, angka penyalahgunaan masih terus meningkat.

“Banyak orang sudah tahu tentang narkotika, sudah browsing, sudah mengerti bahayanya, tapi kenapa penyalahgunaannya tetap tinggi? Karena akar persoalannya bukan hanya pengetahuan, tetapi ketahanan keluarga dan hubungan antara orang tua dengan anak,” tuturnya.

Stanly menjabarkan, program pencegahan yang dijalankan BNN kini lebih difokuskan kepada generasi muda melalui pendekatan keluarga dan pembentukan karakter anak.

“Kami ingin membangun persamaan persepsi dan paradigma bahwa pencegahan narkotika dimulai dari keluarga. Sesuai arahan BNN melalui program aksi nasional yang dimulai dari anak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Stanly turut mengungkapkan bahwa kelompok usia produktif masih menjadi kelompok paling rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Namun berdasarkan temuan lapangan, pelajar SMP dan SMA menjadi kelompok yang paling mendominasi.

“Kalau untuk mayoritas penyalahgunaan narkotika, memang usia produktif. Tetapi yang paling banyak kami temukan di lapangan itu SMP dan SMA. Itu dominan,” ungkapnya.

Saat ditanya terkait persentase keterlibatan pelajar, Stanly menyebut angkanya mencapai lebih dari 60 persen.

“Kurang lebih 60 persen, itu dominan generasi muda tingkat SMP sampai SMA,” imbuhnya. (Sip)

Komentar