oleh

Samuel Kambuaya: Casis Bintara Otsus Asal Maybrat Harga Mati Harus Lulus

 

MAYBRAT,- Tiga perwakilan anggota Majelis Rakyat Papua – Papua Barat (MRP-PB), tatap muka dengan para orang tua atau wali casis asal Maybrat yang mengikuti proses seleksi Bintara Polri jalur afirmasi Otsus tahun 2021 di Mapolda Papua Barat.

Ketiga MRP-PB utusan Maybrat ini, Samuel Kambuaya dari Pokja Adat, Elimas Bosawer dari Pokja Agama, dan Agnes Isir dari Pokja Perempuan. Tatap muka penjelasan terkait seleksi bintara otsus ini berlangsung di aula kantor bupati Maybrat, Papua Barat, Senin (21/6/21).

Kepada awak media, anggota MRP-PB Pokja Adat, Samuel Kambuaya menegaskan pihaknya akan terus mengawal casis bintara afirmasi otsus asal Maybrat. Pasalnya, sumber biaya untuk casis ini dialokasikan dari dana otsus kurang lebih Rp. 140 miliar.

Dijelaskan, casis bintara afirmasi otsus asal Maybrat yang dinyatakan lulus hingga hari ini ada 35 terdiri dari 26 bintara laki-laki, dan 8 polwan. Harapan maupun permintaan dari orang tua, tokoh masyarakat dan pemerintah yaitu 35 casis asal suku A3 lulus.

“Intinya, kami MRP utusan Maybrat bersama pemerintah, tokoh masyarakat, dan orangtua ke-35 casis bintara asal Maybrat harga mati harus lulus. Tak boleh ada lagi sistem gugur,
karena sistem itu sudah lewat yakni tahapan kesehatan”, tegas Samuel.

Menurut dia, total bintara afirmasi otsus laki-laki dialokasikan di Maybrat 100 orang. Lalu polwan 7 orang namun yang masih bertahan 8 orang. Untuk menutupi kekurangan bintara laki – laki, MRP akan akomodir anak suku A3 yang tes di kabupaten lain.

Dia pun menuturkan, negara dan pemerintah daerah telah mengambil kebijakan lontarkan dana ratusan miliaran dalam proses seleksi bintara polri otsus tahun 2021. Tiap masing- masing kabupaten / kota Papua Barat dapat alokasi dana Rp. 10 miliar.

“Untuk itu, proses harus berjalan transparan, akuntabel dan profesional agar orang Papua yang ikut bertarung dalam proses seleksi ini yakni, bintara polri afirmasi jalur otsus tahun 2021. Mereka dinyatakan lulus dengan hasil yang memuaskan”, ujarnya.

MRP juga berharap, mereka yang dinyatakan tidak lulus, atau gugur dari aspek kesehatan, jangan kecewa sebab ini bukanlah akhir dari kegagalan. Tapi masih ada aspek-aspek lain yang bisa dikerjakan.

“Nasib manusia, Tuhan yang tentukan,” pesannya.

Secara global, jatah bintara jalur otsus tahun 2021 se- Papua Barat sebanyak 1.500 orang, tediri dari bintara laki-laki 1.400, dan Polwan 100 orang. Tapi, dari total 1.400 bintara laki- laki telah masuk 10 persen non-OAP berjumlah sekitar 140 orang yang merupakan suku nisantara lahir di Papua. (Valdo)

Komentar