SORONG, PBD – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Polda Papua Barat Daya bekerja sama dengan Perum Bulog Sorong menggelar Gerakan Pangan Murah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Alun-alun Aimas, Kabupaten Sorong, Jumat (13/3/2026).
Program ini merupakan bagian dari kegiatan serentak yang digelar dari Mabes Polri hingga jajaran Polda, Polres dan Polsek di seluruh Indonesia. Pembukaan kegiatan dilakukan secara daring oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo.
Di Papua Barat Daya, kegiatan tersebut diikuti Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E didampingi Pimpinan Cabang Perum Bulog Sorong Riyadi Muslim, Asisten II Setda Papua Barat Daya Viktor Salossa, sejumlah pejabat utama Polda serta pimpinan OPD terkait.
Dalam Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras dan telur, guna membantu memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian dan Bulog dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, pada periode tahun 2025 lalu, Bulog bersama Polda Papua Barat Daya hingga jajaran Polres telah menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
“Dari target sekitar 1.400 ton, pada periode 2025 berhasil terdistribusi sebanyak 641 ton beras SPHP kepada masyarakat penerima manfaat dengan harga sekitar Rp6.000 per kilogram,” jelasnya.
Menurutnya, meskipun pada saat itu terjadi masa peralihan pemerintahan dari Papua Barat ke Papua Barat Daya, kolaborasi antara pemerintah provinsi, Polda Papua Barat Daya serta Perum Bulog tetap berjalan dengan baik.
Melalui kerja sama tersebut, kebijakan pemerintah pusat yang disampaikan melalui Mabes Polri dan Bulog dapat terus dijalankan, khususnya dalam memastikan distribusi beras SPHP kepada masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sorong Riyadi Muslim memastikan stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat masih aman dan bahkan akan bertambah dalam waktu dekat.
“Untuk saat ini stok beras kami sekitar 1.000 ton dan dalam waktu dekat akan ada tambahan sekitar 1.600 ton lagi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahun sebelumnya Bulog telah menyalurkan sekitar 40.000 ton beras di wilayah Papua Barat Daya. Tahun ini diperkirakan volume penyaluran akan meningkat sekitar 11 hingga 12 persen dibandingkan tahun lalu.
Riyadi juga menjelaskan bahwa beras yang disalurkan dalam program SPHP merupakan beras medium dengan harga terjangkau. Namun Bulog juga menyediakan beras premium sebagai alternatif bagi masyarakat.
Penyaluran beras tersebut dilakukan secara merata di seluruh wilayah Papua Barat Daya, baik di kabupaten maupun kota, dengan melibatkan berbagai pihak termasuk Polri, TNI serta instansi terkait.
Selain beras juga dijual telur lokal dengan harga Rp.50.000/baki.
Melalui program ini diharapkan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil, khususnya pada momen Ramadan hingga Idulfitri. (oke)










Komentar