oleh

Pertamina Lunasi Tunggakan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

SORONG, – Raut wajah yang semula sendu kemudian berubah menjadi senyuman bahagia. Kabar bahagia itu datang dari Herlina, siswi kelas XII SMK Jurusan Akuntansi yang sejak Juli 2021 lalu menyandang status Yatim Piatu.

Perempuan kelahiran Sorong 26 Agustus 2004 yang memiliki cita-cita menjadi pengusaha tersenyum bahagia setelah Pertamina RU VII Kasim melunasi tunggakan uang sekolahnya sebesar Rp4.500.000.

Area Manager Comrel dan CSR Pertamina RU VII Kasim, Dodi Yapsenang mengatakan terharu usai mendengar langsung kisah Herlina. Sesuai petunjuk dari GM Pertamina RU VII, Dodi kemudian berinisiatif memberikan santunan lebih agar Herlina tak putus sekolah.

“Bantuan ini untuk tunggakan sekolah dan menebus ijazah. Siapa lagi yang mau bantu karena pengurus masjid kebingungan mencari dana untuk menebus ijazah anak ini. Ini spontan rasa kemanusiaan karena keprihatinan kami, jangan sampai putus sekolah,” ujar Dodi, Jumat (26/11)

Herlina merupakan anak yatim sejak lahir, Ibu sekaligus Ayah baginya telah meninggal dunia pada Juli 2021 lalu akibat terjangkit Covid-19.

Sepeninggalan Ibunya, Herlina kemudian diasuh oleh Ibu RT 03 RW 03 Kelurahan Malaingkedi dan menjadi perhatian pengurus Masjid At Taubah. Melalui pengurus Masjid At Taubah, nasib Herlina berubah setelah menjadi salah satu penerima bantuan santunan dari Pertamina dalam rangka HUT ke 64 Pertamina.

Tidak hanya mendapatkan bantuan santunan pembayaran tunggakan uang sekolah dan ijazah, Herlina juga ditawari melanjutkan kuliah di Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong.

Direktur Politeknik Kelautan dan Perikanan, Endang Gunaisah yang Kamis (25/11) lalu ikut rombongan Pertamina saat memberikan santunan menawarkan beasiswa kepada Herlina.

“Kebetulan Kami salah satu mitra dari Pertamina Foundation, jika adek (Herlina) bersedia dan mau bisa melanjutkan studi di kami. Kami akan usahakan membantu,” ujar Endang.

Tawaran beasiswa di Politeknik tersebut kemudian membuat orang tua asuh Herlina dan Herlina terharu hingga menitikan air mata.

“Saya sangat terharu, karena impian Saya memang bisa lanjut kuliah. Tapi keadaan begini, keuangan susah, jadi Saya mau jadi pengusaha atau langsung kerja saja yang bisa menghasilkan uang. Sekali lagi terima kasih sebanyak-banyaknya buat Pertamina,” haru Herlina.

Semenjak ditinggal Ibunya, sebagai tumpuan kasih sayang dari Ibu sekaligus Ayahnya tak lagi dapat dirasakan. Keluhan soal biaya sekolah yang biasa Ia sampaikan ke Ibunya tak lagi bisa dilakukan. Ia harus berjuang sendiri menyambung hidup dengan berjualan online dengan nama Herlina Olshop. Keuntungan berjualan baju dan jilbab yang Ia dapat langsung dibayarkan untuk uang sekolah. (Oke)

Baca juga :

https://sorongnews.com/kisah-anak-yatim-piatu-korban-covid-19-yang-disantuni-pertamina/

Komentar