SORONG, PBD – Pembangunan kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya (PBD) terus menunjukkan progres yang signifikan. Hingga saat ini, pembangunan pusat pemerintahan provinsi ke-38 di Indonesia tersebut telah mencapai lebih dari 90 persen.
Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Papua Barat–Papua Barat Daya, Corneles Sagrim mengatakan bahwa progres pembangunan saat ini berada di angka sekitar 91 persen.
Ia menyebut bahwa, dengan sisa pekerjaan sekitar 9 persen, pihaknya menargetkan pembangunan dapat rampung pada pertengahan bulan Februari 2026.
“Target awal kita sebenarnya selesai di bulan Februari, pertengahan bulan. Kontraknya sendiri sudah kita lakukan perpanjangan dan sejauh ini progresnya sudah di atas 90 persen, berada di 91 persen,” ujar Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan Papua Barat–Papua Barat Daya, Corneles Sagrim, Rabu (14/1/26).
Dirinya menjelaskan, selama proses pembangunan terdapat sejumlah kendala yang tidak dapat dihindari. Salah satu hambatan utama terjadi pada awal pelaksanaan proyek, terutama akibat curah hujan yang cukup tinggi di wilayah Sorong dan sekitarnya.
“Kendala pasti ada. Waktu awal pelaksanaan, curah hujan cukup tinggi sehingga berpengaruh pada pekerjaan, khususnya pekerjaan struktur bangunan,” jelasnya.
Selain faktor cuaca, ia mengakui hambatan lainnya yakni keterlambatan pengiriman material, terutama material pengecoran. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah supplier beton ready mix di Sorong, sementara pada waktu bersamaan terdapat banyak proyek besar yang juga membutuhkan pasokan material serupa.
“Supplier beton di Sorong terbatas, sementara banyak proyek lain yang juga membutuhkan. Jadi harus bergantian, ada sistem antrean penjadwalan. Kadang kebutuhan pengecoran tidak bisa terpenuhi sesuai rencana,” ungkapnya.
Menurutnya, kendala tersebut paling terasa saat pekerjaan struktur, terutama pada tahap pengecoran. Kendati demikian, setelah pekerjaan struktur selesai, proses pembangunan relatif berjalan lebih lancar.
“Kalau pekerjaan struktur itu bobotnya besar dan cepat terlihat progresnya. Sekarang kita sudah masuk ke pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, plumbing (MEP), termasuk interior. Bobotnya kecil, namun waktu pengerjaannya lama karena detailnya banyak,” terangnya.
Corneles menuturkan bahwa meskipun pekerjaan tahap akhir membutuhkan waktu yang relatif lebih lama, pihaknya optimis pembangunan kawasan pusat pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya dapat diselesaikan sesuai target.
“Mudah-mudahan semuanya bisa berjalan lancar dan selesai sesuai rencana. Tinggal penyelesaian akhir saja,” pungkasnya.
Pembangunan kawasan pusat pemerintahan ini diharapkan dapat segera difungsikan sebagai pusat pelayanan pemerintahan Provinsi Papua Barat Daya, sekaligus menjadi simbol hadirnya pemerintahan yang representatif bagi provinsi baru tersebut. (Jharu)











Komentar