oleh

Imbas BBM, BPS Kota Sorong Catat Inflasi September 2022 Capai 1,49%

SORONG,- Kota Sorong, Papua Barat dibulan sebelumnya, tepatnya dibulan September 2022 mengalami inflasi yang cukup tinggi setelah adanya kebijakan Pemerintah mengenai penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM), sehingga tidak dapat dipungkiri saat ini bahwa beberapa komoditas ikut mengalami kenaikan harga terutama komoditas yang langsung berhubungan dengan penyesuaian harga BBM seperti kenaikan tarif angkutan dalam kota dan lain sebagainya.

Berdasarkan data yang diperoleh Sorongnews.com, saat ini total inflasi untuk Kota Sorong sendiri mencapai 1,49% dengan indeks harga konsumen sebesar 111,62, untuk inflasi tahun kalender bulan Januari sampai September 2022 sebesar 3,88% dan inflasi tahun 2022 dibandingkan dengan tahun 2021 pada bulan yang sama sebesar 4,93%, sehingga untuk saat ini inflasi Kota Sorong dibulan September 2022 mencapai 0,19%.

Kepala BPS Kota Sorong, Merry mengatakan bahwa dilihat dari grafik perkembangan inflasi bulanan dan tahunan pada bulan September 2021, Kota Sorong alami deflasi sebesar 0,76%, sedangkan September 2022 ditahun ini Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,49%, begitupun dengan besaran inflasi tahun lalu 2021 lebih kecil dibandingkan dengan inflasi dibulan Agustus hingga September 2021.

Dikatakannya bahwa, untuk dibulan September 2022, saat ini menunjukkan angka yang cukup tinggi yakni mencapai 4,93% walaupun inflasi tahun kalendernya sebesar 3,88%. Dimana dipaparkannya, hal ini artinya masih dibawah target Nasional sebesar 4% pada September tahun lalu 2021.

Kemudian, ditambahkannya dilihat dari bulan Juni dan Juli 2022, Kota Sorong sebelumnya telah mengalami inflasi yang cukup tinggi dikarenakan menurunnya, curah hujan akhirnya mengakibatkan gagal panen sebagian besar petani, sehingga dinilainya dapat menaikkan berbagai harga bahan makanan.

“Kita akan melihat andil dan tingkat inflasi September tahun 2022 berdasarkan kelompok pengeluaran, berdasarkan 11 kelompok pengeluaran tersebut terlihat bahwa kelompok yang mengalami inflasi yaitu disektor transportasi, mengalami inflasi tertinggi yaitu sebesar 8,66% dan juga memberikan andil deflasi tertinggi yaitu sebesar 1,04%. Bila dibulan sebelumnya sekelompok angkutan penumpang dalam hal ini angkutan udara selalu menjadi andil yang tinggi pada kelompok transportasi, maka dibulan September 2022 ini, sekelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi menjadi andil terbesar,” kata Kepala BPS Kota Sorong, dalam jumpa pers melalui via zoom, Senin (3/9/22).

Lanjut Merry, disebutkannya bahwa terdapat sebanyak 5 komoditas yang memberikan andil inflasi dan deflasi tertinggi, sehingga dapat semua pihak melihat pada bagan yang mana bila biasanya tanya disetiap bulan komoditas penyusun kelompok makanan minuman dan tembakau mendominasi andil inflasi maupun deflasi, maka pada bulan September tahun 2022 ini, bensin dan angkutan dalam Kota Sorong andil paling besar terhadap inflasi, sedangkan ikan segar seperti biasanya juga memberikan andil yang cukup tinggi terhadap inflasi, dikarenakan menurutnya harga-harga ikan tak dapat dikontrol akibat dari stok serta stoknya terbatas.

“Untuk inflasi terbesar bawang merah dan tomat, yang selama ini menyumbang andil inflasi sejak bulan Agustus lalu menjadi komoditas penyumbang deflasi terbesar, ini menurut pengamatan dari beberapa pasar, kami turun bersama-sama dengan teman-teman selama September, tomat dan bawang merah ini cukup melimpah, sehingga harganya pun terjadi penurunan,” terangnya.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Manokwari mencapai 0,64 walaupun menurunnya telah mengalami inflasi, namun Kota Sorong yang merupakan satu provinsi dengan Manokwari juga mengalami inflasi yang cukup tinggi, hal ini dinilainya diakibatkan oleh kondisi iklim hingga letak geografis yang berbeda. (Mewa/Jharu)

Komentar