IAIN Sorong Tidak Hanya Cetak Mahasiswa Tapi Juga Mahasantri, Terbukti Luluskan Ratusan Cendikiawan

SORONG,- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong melaksanakan Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana XVI dan Wisuda Pascasarjana V bertempat di Aula IAIN Sorong, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (28/11/22).

Berdasarkan data yang dihimpun Sorongnews.com, Rektor IAIN Sorong berhasil mengukuhkan sebanyak 176 lulusan terbaik dengan klasifikasi sebanyak 166 lulusan sarjana (S-1) dan 10 lulusan magister (S-2).

Dari 176 wisudawan/i, sebanyak 46 lulus dengan menyandang predikat cumlaude. kendati demikian, terdapat 3 wisudawan terbaik diantaranya yakni lulusan sarjana (S-1) Fakultas Syariah dan Dakwah diraih oleh Muhammad Hendra, SE, memperoleh IPK 3,95 dengan lama studi 3 tahun 11 bulan, lulusan terbaik ini merupakan putra kebanggaan dari Bapak Zainudin dan Ibu Budiani.

Kemudian, lulusan terbaik lainnya yakni lulusan sarjana (S-1) Fakultas Tarbiyah diraih oleh Dina Suci Yunita, S. Pd memperoleh IPK 3,93 dengan lama studi 3 tahun 11 bulan 14 hari, lulusan terbaik ini merupakan putri kesayangan dari Bapak Marno dan Ibu Sholehah.

Selanjutnya, lulusan terbaik dari program Pascasarjana diraih oleh Sarmi, M. Pd memperoleh IPK 3,95 dengan lama studi 1 tahun 11 bulan 18 hari, lulusan terbaik program magister (S-2) ini merupakan putri tercinta dari Bapak La Sadiyah dan Ibu Wa Niyata.

Rektor IAIN Sorong, DR.Hamzah mengatakan bahwa kampus IAIN Sorong ini telah membuktikan melalui kualitasnya dengan terdapat peningkatan status dari STAIN Sorong naik level menjadi IAIN Sorong.

“Ditahun 2022 bulan Juli, IAIN Sorong telah memperoleh pejabat definitif yang sebelumnya berstatus sebagai pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan, saat ini telah berstatus sebagai pejabat pimpinan tinggi Pratama yang setara dengan eselon II,” terang Rektor IAIN Sorong.

Disambungnya bahwa, pihaknya siap medorong mahasiswa guna memiliki penguasaan dasar-dasar keagamaan keislaman yang komprehensif, dengan menyiapkan ma’had al Jamiah dengan sebutan mahasiswa menjadi mahasantri.

“Mereka diberi kewajiban untuk tinggal di mahad selama satu tahun. Apa keuntungan yang diterima oleh mahasiswa jika mereka bermukim di sana? tentu sangat banyak, tapi dapat dinyatakan bahwa sekurang-kurangnya tidak lalai shalat lima waktu, membiasakan mendoakan orang tuanya, keluarganya dan para pemimpin. Setiap malam jumat dengan membaca Alquran secara bersama- sama, shalat jamaah subuh dan duduk mengkaji kitab yang menjadi warisan ulama,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan pantauan Sorongnews.com, pelaksanaan Sidang Senat Terbuka diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) yang dibacakan langsung oleh Wakil Rektor I IAIN Sorong, Muhammad Rusdi Rasyid.

Tak hanya itu, pada pelaksanaan prosesi Sidang Senat Terbuka ini tampak berbeda pada pelaksanaan prosesi yang telah digelar sebelumnya, menariknya terlihat Master Of Ceremony (MC) menyajikan komponen 3 bahasa yang dipadukan menjadi satu, hal ini tentunya menghadirkan rasa takjub para tamu undangan.

Ketiga bahasa itu yakni bahasa Indonesia dibawakan oleh Efa Rubawati (Dosen Komunikasi IAIN Sorong), bahasa Inggris dibawakan oleh Rara (Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris) dan bahasa Arab dibawakan oleh Samran (Mahasiswa Pendidikan Agama Islam). (Jharu)

____

Komentar