SORONG, PBD – Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan pentingnya integrasi penanggulangan bencana ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai langkah strategis menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat.
Hal ini disampaikan Gubernur PBD Elisa Kambu saat memberikan sambutan pada kegiatan Workshop Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Pemaduan Penanggulangan Bencana ke Dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Papua Barat Daya bertempat di Aston Hotel Sorong, Kamis (16/4/2026).
Gubernur Elisa Kambu menekankan bahwa perencanaan pembangunan tidak boleh mengabaikan aspek kebencanaan. Menurutnya, kesiapsiagaan harus menjadi bagian inti dalam setiap kebijakan pemerintah daerah.
“Perencanaan yang baik menjadi kunci keberlangsungan siklus kehidupan masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan warga, baik saat ini maupun di masa yang akan datang,” ujar Gubernur PBD Elisa Kambu.
Gubernur menjelaskan bahwa integrasi penanggulangan bencana dalam dokumen pembangunan merupakan langkah penting untuk menciptakan daerah yang tangguh. Ia mengingatkan bahwa pemerintah harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk situasi terburuk sekalipun.
Menurutnya, kebijakan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus mampu melindungi masyarakat dari risiko bencana, baik alam maupun non-alam.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur turut memberikan sejumlah instruksi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Papua Barat Daya, antara lain:
Pertama, dokumen strategi penanggulangan bencana harus disosialisasikan secara intensif kepada seluruh pihak terkait dan tidak hanya menjadi dokumen administratif semata.
Kedua, setiap poin yang telah dirumuskan wajib diimplementasikan secara nyata di lapangan agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Ketiga, penanggulangan bencana harus terintegrasi dalam setiap kebijakan dan program pembangunan di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
Gubernur Elisa Kambu juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung upaya penguatan kapasitas daerah dalam penanggulangan bencana.
“Saya menilai kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan internasional, menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana di daerah,” ucapnya.
Mantan Bupati Asmat ini mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah yang tangguh terhadap bencana.
Dirinya mengakui bahwa tidak ada dokumen yang sempurna, namun proses penyempurnaan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya berharap forum ini benar-benar menghasilkan dokumen yang terintegrasi dan paripurna untuk kita kerjakan bersama. Ini adalah bentuk dedikasi kita untuk kemaslahatan orang banyak dan kenyamanan daerah kita,” tegasnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal bagi Provinsi termuda di Indonesia ini dalam membangun sistem perencanaan pembangunan yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada mitigasi risiko bencana di masa depan. (Jharu)

____
_____
_____
_____
_____
____







Komentar