SORONG, PBD – Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui Blue Abadi Fund di kawasan pesisir Bentang Laut Kepala Burung Papua.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Mohamad Lakotani usai menghadiri Rapat ke-19 Governance Committee Blue Abadi Fund yang digelar di salah satu hotel di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, program-program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi turut mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal.
“Pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Papua Barat menyambut baik berbagai program yang mendukung pelestarian lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di wilayah pesisir Bentang Laut Kepala Burung,” ujar Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani.
Lakotani menilai, inisiatif yang dilakukan melalui Blue Abadi Fund sejalan dengan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kendati demikina, dengan luasnya wilayah dan banyaknya program yang harus dijalankan pemerintah, tidak semua kebutuhan masyarakat dapat terakomodasi secara optimal.
“Oleh karena itu, kehadiran Blue Abadi Fund dengan berbagai programnya sangat membantu, terutama dalam memastikan program pemberdayaan masyarakat dan konservasi lingkungan berjalan lebih efektif,” tuturnya.
Ia menjelaskan, program-program tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah strategis seperti Kaimana, Fakfak, termasuk wilayah Provinisi Papua Barat Daya termasuk Raja Ampat. Bahkan, dampaknya dinilai cukup signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Ia menyebut, kedepan, Pemerintah Provinsi Papua Barat berharap cakupan program dapat diperluas hingga ke kawasan Teluk Cenderawasih agar seluruh wilayah Kepala Burung Papua mendapatkan manfaat yang sama.
“Kami berharap pada program berikutnya, kelompok-kelompok masyarakat di kawasan Teluk Cenderawasih juga dapat dilibatkan sehingga seluruh wilayah Kepala Burung bisa terfasilitasi,” pintanya.
Lebih lanjut, Lakotani memaparkan sejumlah contoh program yang telah berjalan, diantaranya penanaman terumbu karang di Kaimana, kegiatan pelestarian lingkungan di pulau-pulau kecil, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan komoditas kelapa di Pulau Adi.
Dalam program tersebut, disambungnya, masyarakat tidak hanya didorong untuk menanam, tetapi juga diberikan pelatihan dalam mengelola hasil produksi secara berkelanjutan.
Selain itu, terdapat pula program penelitian lingkungan yang bertujuan mendukung kebijakan berbasis data di wilayah pesisir.
“Di Kabupaten Manokwari, program Blue Abadi Fund menyasar kelompok pencinta lingkungan yang fokus pada pengelolaan sampah di kawasan perairan Teluk Doreri,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Lakotani menyoroti kondisi Teluk Doreri yang saat ini menghadapi tingkat pencemaran cukup tinggi akibat pengelolaan sampah yang belum optimal.
“Program ini sangat tepat, karena tidak hanya menangani sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan laut,” jelasnya.
Dirinya berharap, melalui dukungan berkelanjutan dari Blue Abadi Fund, berbagai program tersebut dapat diperluas sehingga menjangkau lebih banyak komunitas dan memberikan dampak yang lebih besar bagi pelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di Papua Barat.
“Kedepan, kerja-kerja ini perlu terus diperluas agar semakin banyak komunitas yang terlibat dan merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (Jharu)

____
_____
_____
_____
_____
____







Komentar