“Tidak ada kompromi yang kami minta adalah referendum. Kami juga sampaikan ke DPRD,minta dengan tegas untuk menyampaikan tuntutan kami ini sampai ke pusat. Tanggal 11, hari ini ada pembahasan revisi UU di prolegnas, atas nama perwakilan yang tergabung dalam Perpe 102 organisasi minta dengan tegas tidak ada kompromi, kami minta referendum,” ujarnya.
Ia menambahkan jika tuntutan Front Rakyat Papua ini tidak diindahkan, maka mereka akan terus bersuara dan akan turun ke jalan hingga pemerintah mendengarkan suara mereka.
“Sejak 2001 sampai 2021, Kami tidak merasakan otsus, kami punya mama-mama masih berjualan dipinggiran. Kami melihat ini sangat sedih, Kami meminta dengan tegas tidak ada revisi UU otsus,” tegasnya.
Usai melakukan orasi, kordinator lapangan kemudian menyerahkan tuntutan mereka kepada Ketua DPRD Kota Sorong dan membubarkan diri dengan tertib. (Oke)











Komentar