BPOM Gelar FGD Lintas Sektor, Bahas Soal Stunting, SK hingga DAK Non Fisik

SORONG, PBD – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Papua Barat menggelar Focus Grup Discussion (FGD) lintas sektor di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, di salah satu hotel Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (20/6/24).

Kepala Balai POM Manokwari, Agustince Werimon dalam keterangannya mengatakan bahwa kegiatan FGD lintas sektor merupakan sebuah kegiatan yang melibatkan instansi lintas sektor dalam program pengawasan obat dan makanan dan pemberdayaan kepada masyarakat. Sekaligus menjadi indikator kerja UPT BPOM dan Loka POM di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dalam FGD ini dibahas 3 hal utama yaitu mengenai percepatan penanganan stunting, SK Tim pengawasan obat dan makanan serta Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Non fisik pengawasan obat dan makanan.

“Tujuan dari FGD ini, nantinya akan ada rekomendasi bersama menangani penanganan stunting, SK tim pengawasan disetiap kabupaten kota di Papua Barat dan Papua Barat Daya. Serta berharap Dinkes kota kabupaten dan provinsi bisa dapat DAK non fisik, karena yang baru dapat saat ini baru Kabupaten Wondama, Sorong, Manokwari dan Raja Ampat. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama semua instansi lintas sektor,” ujar Agustince.

Dalam kesempatan tersebut juga akan dilaksanakan Bimtek terkait informasi pemenuhan persyaratan DAK non fisik pengawasan obat dan makanan dari Biro perencanaan keuangan BPOM RI dan pusat data informasi BPOM RI.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BKKBN Provinsi Papua Barat Philmona Maria Yarolo, kepala Loka POM Sorong, perwakilan Dinkes, perwakilan BPKAD, perwakilan Inspektorat se Papua Barat dan Papua Barat Daya yang dijadwalkan dilaksanakan selama 2 hari sejak Kamis (20/6) hingga Jumat (21/6). (Oke)

____

Komentar