SORONG, PBD – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Sorong menargetkan penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 mencapai 90 persen di triwulan ketiga. Target ini ditetapkan untuk mempercepat realisasi program pembangunan di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BPKAD Kota Sorong, Yowel O Gifelem, ST saat ditemui awak media di kantornya, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, target 90 persen pada triwulan ketiga dipilih agar sisa waktu di triwulan keempat penyerapan anggaran bisa mencapai 100 persen.
“Kami ingin memastikan anggaran terserap optimal dan tidak menumpuk di akhir tahun. Dengan target ini, program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa berjalan tepat waktu,” ujar Yowel.
Untuk mencapai target, BKAD Sorong akan melakukan monitoring rutin terhadap Organisasi Perangkat Daerah OPD. Langkah ini dilakukan untuk mendorong setiap OPD meningkatkan penyerapan anggaran di triwulan partama, kedua, dan ketiga sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.
Sembari mengatakan, saat ini, penyerapan APBD di triwulan pertama baru mencapai 25,06 persen. Sementara itu, pemerintah baru saja memasuki triwulan kedua.
“Kita juga rencana melakukan rapat bersama OPD-OPD untuk segera memasukkan Surat Perintah Pembayaran Dana SPPD sehingga ada peningkatan penyerapan,” tegasnya.
la berharap triwulan kedua dan ketiga penyerapannya dapat berjalan sesuai dengan harapan agar program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa terlaksana tepat waktu.
“Harapan kita di triwulan ketiga penyerapan anggaran sudah mencapai 90 persen, sehingga di triwulan keempat akhir tahun sudah mencapai 100 persen,” pungkasnya.
APBD Kota Sorong Tahun 2026 sendiri ditetapkan sebesar 1,8 triliun untuk program prioritas daerah. Penyerapan anggaran yang cepat diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal. (David)









Komentar