Berikut Alasan 26 Pengacara PERADI Dampingi Janda Brimob Yang Dituding Membunuh Suaminya

SORONG, – Masih teringat dengan jelas kejadian 3 tahun silam yang sempat viral di wilayah Kota Sorong. Yaitu kematian anggota Brimob Polres Sorong Kota, Yohanes Fernando Siahaan (YFS) yang gantung diri dikediamannya di KPR Sakura Garden Km 10.

Buntut kematian Yohanes, keluarga besarnya tak sependapat bahwa Yohanes meninggal gantung diri dan hendak mengungkap kebenaran dibalik kematian Yohanes. Pada tahun 2019, makam Yohanes sempat dibongkar untuk dilakukan autopsi dan hingga pada 23 Agustus 2021, Isteri Yohanes ARP (30) dan paman ARP, AAP (38) ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sorong Kota.

___ ___ ___ ___

Terkait ditetapkannya ARP dan AAP sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pembunuhan, 26 Pengacara dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) Kota Sorong siap mendampingi proses hukum terhadap ARP dan AAP.

Dikatakan Max, dasar PBH PERADI mau menjadi kuasa hukum ARP dan AAP adalah proses penyidikan yang dilakukan Polres Sorong Kota adalah laporan polisi penemuan mayat, bukan pembunuhan. Dalam hal ini, kliennya ARP dan AAP sudah dua kali diperiksa sebagai saksi pada April 2019 dan tidak ada lagi proses pemeriksaan.

“Tapi tiba-tiba tanggal 20 Agustus 2021, hasil gelar perkara antara Polda Papua Barat dan Polres Sorong menetapkan dua orang tersangka yaitu ARP dan AAP. Yang jadi pertanyaan, dasar apakah penyidik menetapkan kedua orang ini sebagai tersangka?,” ungkap Max Mahare saat ditemui di Sekretariat DPC Peradi Sorong, Rabu (25/8/21).

Dijelaskan Max, berdasarkan Perkab Nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana pada pasal 27 ayat 1 menyebutkan, penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang disertai dengan barang bukti. Kemudian pada pasal 184 ayat 1 KUHP, sambungnya, menyebutkan bukti yang paling utama adalah keterangan saksi, keterangan ahli, bukti surat, petunjuk dan keterangan tersangka.

“Sampai detik ini, penyidik belum menemukan saksi fakta yang melihat secara yakin dan sah bahwa ARP dan AAP adalah pelaku pembunuhan. Mereka hanya berdasarkan pada keterangan anak korban dan ARP yang usianya masih dibawah umur,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam dunia hukum pidana dikenal asas satu saksi bukanlah saksi. Oleh sebab itu, kualitas keterangan anak dibawah umur harus diuji terlebih dahulu. Katanya, misalnya perkara ini dipaksakan sampai di pengadilan, apakah Jaksa mampu menghadirkan anak itu sebagai saksi.

Ketika jaksa tidak mampu menghadirkan anak sebagai saksi, katanya, maka otomatis jaksa akan membaca BAP. BAP menurut pasal 162 KUHP menyebutkan, ketika saksi tidak hadir maka BAP yang dibawah sumpah, punya nilai sama dengan yang berikan keterangan di depan pengadilan. Yang jadi pertanyaan, sambung Max, apakah anak kecil bisa disumpah.

“Jadi kesimpulan penetapan status kedua tersangka ARP dan AAP, penyidik menggunakan jurus mengambil kesimpulan dengan melompat pagar dalam proses penyidikan. Seketika tidak mendapatkan saksi fakta yang menyatakan bahwa keduanya adalah pelaku, maka mereka menggunakan keterangan anak,” tegasnya.

Tidak hanya itu, dibeberkan Max bahwa suatu peristiwa pidana terjadi secara utuh, bukan sepenggal-penggal. Tapi kenyataannya, dalam proses penyidikan perkara ini tidak utuh.

“Menurut kami, proses penyidikan perkara ini tidak utuh, tapi hanya sepenggal-penggal. Meskipun demikian, sebanyak 26 advokat dari Pusat Bantuan Hukum Peradi yang akan mendampingi ARP dan AAP dalam proses perkara ini,” tandasnya.

Ia berharap dalam P-19, Kejaksaan Negeri Sorong tidak gegabah dalam memutuskan hal ini jika nanti dalam persidangan akan menemui kesulitan.

Sementara itu, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan menjelaskan, pihaknya sudah melakukan gelar perkara kemudian menetapkan ARP dan AAP sebagai tersangka, yang menyebabkan kematian Brigpol Yohanes Fernando Siahaan.

Menurut Kapolres, kasus ini memang sudah cukup lama dan baru terungkap sekarang, karena terkendala pemeriksaan saksi-saksi dan ada saksi tambahan yaitu anak kandung Y dan ARP yang kini berusia 8 tahun dan berada dalam pengasuhan keluarga YFS. (Oke)

___ __

Komentar