oleh

9 Perawat Tumbang, DPD PPNI Kota Imbau Pemda Siaga !

 

SORONG, – Meningkatnya jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID 19 di Kota Sorong berdampak pada pelayanan tenaga kesehatan seperti perawat.

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Sorong mengeluarkan sejumlah imbauan terkait lonjakan kasus COVID 19 di kota Sorong, menyusul sejumlah perawat yang satu per satu mulai tumbang jatuh sakit terpapar COVID 19.

Plt Sekretaris DPD PPNI Kota Sorong, Faisal kepada sorongnews, Selasa malam (29/6/21) mengatakan bahwa peristiwa lonjakan kasus COVID 19 yang terjadi saat ini, diikuti dengan peningkatan kasus kematian akibat COVID 19 membuat semua pihak harus Siaga dan waspada. Dimana data perawat di Kota Sorong yang terkonfirmasi COVID 19 cukup tinggi dalam sepekan ini berjumlah 9 orang, berasal dari RSUD Sele Be Solu 8 orang dan 1 orang dari Puskesmas.

Maka DPD PPNI meminta semua perawat untuk siaga dan berhati-hati dalam melaksanakan tugasnya merawat dan melayani masyarakat.

“Pertama DPD PPNI mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para perawat di kota Sorong sebagai sebagai Garda terdepan pejuang kemanusiaan dalam memberikan layanan kesehatan bagi para pasien COVID 19. DPD PPNI mengingatkan kembali kepada sejawat perawat agar tetap berpegang teguh mematuhi protokol kesehatan dan SOP COVID 19 demi menjaga kesehatan dan keselamatan para perawat dalam menekan penyebaran COVID 19,” ujar Faisal.

Ia menambahkan bahwa DPD PPNI meminta kepada pemerintah daerah untuk mempercepat vaksinasi COVID 19 secara massal maupun dinamis serta pengawasan yang ketat kepada masyarakat dan meminta kepada masyarakat luas khususnya di kota Sorong untuk patuh dan disiplin dengan penuh kesadaran menjalankan protokol kesehatan.

DPD PPNI juga meminta kepada pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk senantiasa memberikan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan memperhatikan kondisi kerja yang baik kepada seluruh perawat dan tenaga kesehatan lainnya tanpa terkecuali selama menjalankan tugas kemanusiaan.

DPD PPNI juga meminta kepada Pemda untuk memperhatikan Pembayaran jasa insentif kepada perawat yang terlibat dalam penanganan COVID 19 serta mengajak seluruh komponen anak bangsa untuk terus berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa memohon agar badai COVID 19 lekas berlalu.

“Kami mohon, kepada masyarakat agar percaya bahwa COVID itu benar-benar ada. Jangan masa bodoh dengan tidak menjalankan protokol kesehatan. Kami tenaga perawat sangat terbatas, jangan sampai kolaps seperti di Jakarta dan di Jawa,” harap Faisal.

Juru Bicara Satgas COVID 19 Kota Sorong, Ruddy Laku membenarkan jika ada sejumlah perawat dan tenaga kesehatan di RSUD Sele Be Solu yang terpapar COVID 19 dan sedang menjalani perawatan bagi yang bergejala. Sedangkan yang tidak bergejala melakukan isolasi mandiri. (Oke)

Komentar