SORONG, PBD – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) melalui Tim Pejabat Urusan Haji menggelar rapat teknis bersama Kementerian Haji dan Umrah Papua Barat serta sejumlah pihak terkait guna mematangkan persiapan pelepasan calon jamaah haji (CJH) tahun 2026. Rapat terknis tersebut berlangsung di kafe Layar Gading, Kota Sorong, Sabtu (2/5/2026).
Pelaksanaan rapat ini dipimpin langsung Ketua Harian Pejabat Urusan Haji PBD Ahmad Nausrau dan dihadiri Kepala Kantor Kemenhaj Papua Barat Aziz Hegemur, Plt Kepala Dinas Kesehatan PBD Jan Pieter Kambu, pejabat urusan haji, para petugas haji daerah (PHD), serta sejumlah pejabat terkait lainnya.
Ketua Harian Pejabat Urusan Haji PBD, Ahmad Nausrau menjelaskan bahwa rapat tersebut membahas berbagai aspek teknis terkait keberangkatan jamaah, mulai dari kesiapan administrasi, kesehatan, hingga skema pendampingan selama perjalanan ibadah haji.
Ia mengungkapkan, jumlah calon jamaah haji Papua Barat Daya tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya akibat penyesuaian kuota nasional.
“Tahun lalu jumlah jamaah mencapai sekitar 722 orang, sementara tahun ini turun menjadi 447 orang untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya. Khusus Papua Barat Daya sendiri sebanyak 296 jamaah,” ujar Ketua Harian Pejabat Urusan Haji PBD, Ahmad Nausrau.
Ia menyebut bahwa dari total tersebut, terdapat satu orang petugas haji daerah (TPHD) yang dibiayai pemerintah daerah, sementara sisanya merupakan jemaah reguler sesuai kuota nasional.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Papua Barat Daya memberikan bantuan kepada seluruh jamaah sebesar Rp 2 juta per orang. Selain itu, pemerintah turut menanggung penuh biaya transportasi dan operasional petugas pendamping dari daerah hingga embarkasi di Makassar.
“Total dukungan dari Bapak Gubernur mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Ini menunjukkan perhatian besar pemerintah daerah terhadap kelancaran ibadah haji,” tutur Wagub PBD itu.
Dari sisi kesehatan, diakuinya bahwa, Dinas Kesehatan PBD turut memastikan kesiapan jamaah melalui pemberian layanan medis, termasuk pembagian masker, vitamin, serta pendampingan oleh tim kesehatan yang terdiri dari 3 dokter dan 7 perawat.
Seluruh jamaah disampaikannya telah menerima vaksin wajib, yakni vaksin COVID-19, meningitis, dan polio.
“Alhamdulillah, 100 persen jamaah sudah divaksin dan dalam kondisi sehat serta siap diberangkatkan,” ucapnya.
Rencananya, pelepasan resmi calon jamaah haji Papua Barat Daya akan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 mendatang, di salah satu hotel di Kota Sorong. Seluruh jamaah dari berbagai kabupaten/kota se-Papua Barat Daya akan berkumpul sebelum diberangkatkan menuju embarkasi Makassar.
Dirinya berpesan kepada seluruh jamaah agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental, serta menjaga niat dalam menjalankan rukun Islam kelima tersebut.
“Jamaah tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga sebagai duta Papua Barat Daya. Karena itu, penting untuk menjaga sikap, menaati aturan, dan mengikuti arahan petugas selama menjalankan ibadah haji,” tegasnya.
Pemprov PBD berharap, seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam kondisi sehat, serta meraih predikat haji mabrur. (Sip)










Komentar