SORONG PBD – Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada YBM PLN UP3 Sorong atas kepedulian dan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Orang Asli Papua, khususnya masyarakat Suku Kokoda di Kampung Kurwato, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam peluncuran Program Desa Cahaya yang digelar di Kampung Kurwato, Jumat (22/5/26). Program tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan sosial, tetapi juga pendampingan masyarakat secara berkelanjutan selama satu tahun.
Wagub Ahmad Nausrau mengatakan program tersebut memiliki makna penting karena bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan membangun harapan dan kemandirian masyarakat kampung.
“Program ini bukan hanya sekadar bantuan sosial semata, tetapi bagaimana membangun jembatan harapan, meningkatkan kapasitas masyarakat, ekonomi keluarga, pendidikan, dan keagamaan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya sangat terbantu dengan hadirnya program yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke kampung-kampung. Hal itu sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan merata.
“Pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat di perkotaan, tetapi juga harus hadir sampai ke kampung-kampung sehingga pemerataan benar-benar dirasakan masyarakat Papua Barat Daya,” katanya.
Ia berharap Program Desa Cahaya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kampung Kurwato.
“Momentum ini harus menjadi kesempatan untuk menata kampung agar lebih maju, mandiri, dan masyarakatnya semakin sejahtera tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua YBM PLN UP3 Sorong, Hamzah Sailendra, menjelaskan bahwa Program Desa Cahaya menghadirkan pendamping desa yang akan mendampingi masyarakat dari sisi ekonomi, sosial, hingga keagamaan selama satu tahun penuh.
Menurut Hamzah, pendampingan dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga mampu mandiri dalam mengelola potensi yang dimiliki.
“Harapannya ke depan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan kehidupan keagamaan masyarakat bisa menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Dalam program tersebut, YBM PLN UP3 Sorong juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga, bantuan bagi pelaku UMKM, serta bantuan untuk rumah ibadah.
Hamzah menyebutkan, di wilayah Papua Barat Daya terdapat dua titik pelaksanaan Program Desa Cahaya di bawah naungan PLN UP3 Sorong, yakni Kampung Kurwato di Kabupaten Sorong dan Kampung Fafanlap di Kabupaten Raja Ampat.
Melalui program tersebut, diharapkan masyarakat kampung dapat semakin mandiri, memiliki peningkatan ekonomi keluarga, serta kualitas pendidikan dan kehidupan sosial yang lebih baik di masa mendatang. (Oke)









Komentar