oleh

Tangan Dingin Kapolres Ini Bikin Geleng Kepala

 

MERAUKE – Kepemimpinan Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji sudah tidak diragukan lagi. Kali ini Ia memediasi masyarakat binaan atau narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Merauke, Papua yang melakukan keributan, Sabtu sore (8/5/21).

Berawal dari informasi kerumunan napi yang memiliki senjata tajam (sajam) dan berencana jahat untuk melakukan provokasi keributan bahkan perang dan lari dari Lapas, sekitar pukul lima sore Kapolres mendatangi kantor Lapas untuk bertatap muka dan langsung memberikan arahan kepada 360 orang napi LP di Jalan Ermasu, Merauke.

“Saya akan perlakukan mereka (napi, red) dengan baik seperti keluarga, seperti tahanan yang ada di kantor Polres kita. Akhirnya mereka menyadari itu. Mereka ada yang langsung berdiri, ketika melihat saya peduli terhadap air minum mereka yang tidak pantas dan tidak manusiawi itu saya ganti dispenser, aqua atau air isi ulang, biskuit untuk makan malam dan kopi cappucino. Mereka tersanjung, mereka merasa terhormat sebagai orang Papua. Kemudian mereka menyerahkan sajam,” ungkap kapolres kepada Sorongnews.com.

AKBP Untung Sangaji mengakui, telah meminta warga binaan Lapas untuk menyerahkan pisau dan alat tajam yang disimpan. Atas kepedulian Polres Merauke akhirnya para napi pun dengan kesadaran hati mau menyerahkan sajam tersebut.

Kini terkumpul ratusan sajam yang sudah dibuat dan disiapkan didalam Lapas Merauke yang rencananya akan menjadi bahan keributan dan rencana pelarian. Jenis sajam bervariasi, ada yang disulap dari garpu, sendok dan logam. Bahkan, ada selundupan dari luar berupa parang yang tajam dan runcing.

“Bukan satu, tapi ratusan sajam. Ada didalam karung maupun yang sudah terbawa oleh polres. Kekacauan yang terjadi di lapas itu akhirnya bisa saya kendalikan dengan baik dan kondusif,” ucap orang nomor satu di jajaran Polres Merauke ini.

Selain menyerahkan dispenser, biskuit, aqua dan kopi cappucino, kapolres juga memotivasi narapidana untuk tetap baik. Bahkan, tidak menutup kemungkinan AKBP Untung Sangaji akan melatih napi bekerja apa saja yang diinginkan.

“Kita serahkan alat yang bisa mereka pakai untuk sedikit membantu dan terhibur. InsyaAllah mereka baik. Beta akan lakukan mungkin setiap bulan dua minggu sekali kita akan datangi. Saya bangga sekali atas kerjaan saya hari ini. Alhamdulillah kejadian keributan akhirnya gagal mereka rencanakan,” demikian tandas pria yang kental dengan logat Ambon. (Hida)

Komentar