SORONG, PBD – Panitia Pelaksana (Panpel) Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya menyatakan kesiapan menjelang kick off kompetisi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Maret 2026 di Stadion Bawela, Kota Sorong.
Ketua Panpel Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya, Amatus Turot mengatakan persiapan telah dilakukan sejak dua minggu terakhir setelah dirinya menerima penugasan dari Asosiasi Provinsi PSSI Papua Barat Daya.
Menurutnya, panitia langsung membentuk tim kerja serta membagi tugas sesuai bidang masing-masing guna memastikan seluruh aspek pelaksanaan kompetisi berjalan dengan baik.
“Setelah mendapat penugasan dari ASPROV sekitar dua minggu lalu, kami langsung membentuk tim dan membagi kerja sesuai bidang. Kami juga melakukan konsultasi dan koordinasi sesuai rujukan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dan ASPROV,” ujar Ketua Panpel Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya, Amatus Turot.
Amatus menjelaskan, berdasarkan regulasi dari PSSI melalui ASPROV, terdapat 11 tim yang diisyaratkan mengikuti kompetisi Liga 4 Piala Gubernur Papua Barat Daya. Namun, jumlah tim yang benar-benar bertanding masih bergantung pada kesiapan masing-masing klub.
“Regulasi dari ASPROV menyebutkan ada 11 tim. Hari ini kami juga melakukan workshop bersama tim-tim tersebut. Berapa tim yang benar-benar bertanding nanti tergantung kesiapan mereka, tetapi yang pasti Liga 4 akan digelar pada 21 Maret,” jelasnya.
Ia menyebut, penentuan jadwal tersebut juga mempertimbangkan agenda kompetisi sepak bola nasional, sehingga tim yang nantinya lolos dari turnamen ini memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kenapa tanggal 21?, karena diperkirakan pada tanggal 20-an ada agenda Liga 3 Indonesia atau Piala Presiden. Jadi kami memberi ruang sekitar dua minggu bagi tim yang lolos untuk menyiapkan diri mewakili provinsi,” terangnya.
Dituturkannya bahwa, pengalaman tahun sebelumnya menjadi pelajaran penting karena tim yang lolos hanya memiliki waktu sangat singkat sebelum bertolak ke tingkat kompetisi berikutnya.
“Belajar dari pengalaman tahun lalu, tim yang lolos hanya punya waktu sangat singkat bahkan hanya dua atau tiga hari sebelum berangkat. Tahun ini kami coba atur agar persiapannya lebih baik,” tuturnya
Kompetisi ini rencananya berlangsung di Stadion Bawela dan akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Papua Barat Daya. Turnamen diperkirakan berlangsung dari 21 Maret hingga 5 April 2026, meski jadwal final masih akan disesuaikan dengan jumlah tim yang memastikan diri ikut serta.
“Jadwal detailnya nanti akan ditentukan melalui technical meeting berdasarkan jumlah tim yang mendaftar,” imbuhnya.
Sebanyak 11 tim yang disebut akan ambil bagian berasal dari berbagai daerah di Papua Barat Daya, di antaranya dari Kabupaten Maybrat, Kabupaten Tambrauw, Kota Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, serta Kabupaten Raja Ampat, selain sejumlah klub lokal lainnya.
Amatus menegaskan bahwa panitia hanya bertugas sebagai penyelenggara kompetisi, sedangkan regulasi dan keabsahan tim sepenuhnya berada di bawah kewenangan PSSI melalui ASPROV.
“Panitia hanya menyelenggarakan kompetisi. Soal regulasi tim dan keabsahannya adalah kewenangan PSSI melalui ASPROV,” paparnya.
Dalam pelaksanaannya, panitia turut melibatkan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Sementara itu, kesiapan venue pertandingan telah dilakukan sejak dua minggu lalu dengan menutup sementara lapangan untuk proses perbaikan serta penataan fasilitas.
“Lapangan sudah kami blok dua minggu lalu untuk dilakukan pembersihan dan persiapan teknis seperti rumput dan fasilitas lainnya. Saat ini kondisinya sudah siap digunakan,” ungkapnya.
Amatus optimistis kompetisi ini dapat menjadi momentum kebangkitan sepak bola di wilayah Sorong Raya maupun Papua Barat Daya. Menurutnya, daerah tersebut memiliki sejarah panjang dalam melahirkan pemain berbakat yang tampil di level nasional.
Ia mengakui bahwa terdapat sejumlah pemain asal Papua yang telah dikenal luas di kancah sepak bola Indonesia seperti Ricky Kambuaya, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Rudolof Yanto Basna, hingga Alexandro Kamuru.
“Papua Barat Daya ini bukan daerah baru dalam sepak bola. Kita punya banyak talenta seperti Ricky Kambuaya, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Basna hingga Alexandro Kamuru. Jadi ini hanya soal waktu untuk bangkit kembali,” terangnya.
Dirinya berharap kompetisi Liga 4 ini dapat menjadi wadah bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus melahirkan talenta baru yang mampu mengikuti jejak para pemain nasional asal Sorong Raya.
“Liga 4 ini menjadi ruang bagi adik-adik kita yang mungkin belum memiliki kesempatan menunjukkan bakatnya. Dari sini kita berharap lahir pemain-pemain baru seperti Ricky Kambuaya atau Basna berikutnya,” harapnya.
Pada kesempatan itu, Ketua Panpel mengajak seluruh pihak, mulai dari masyarakat, klub, hingga media, untuk memberikan dukungan demi suksesnya penyelenggaraan kompetisi tersebut.
“Kami berharap dukungan dari semua pihak, baik melalui doa maupun kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Mari kita gunakan momentum Piala Gubernur ini untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola di Papua Barat Daya,” tandasnya. (Jharu)














Komentar