oleh

Puskakom Surabaya Gelar FGD Kaji Fasilitas Infrastruktur TIK BAKTI Kominfo di Wilayah 3T

SORONG, – Dalam rangka melakukan riset dan kajian transformasi digital pada fasilitas infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Puskakom Surabaya melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai elemen masyarakat bertempat di Swiss belhotel Sorong, Papua Barat, Selasa (18/10/22).

Pelaksanaan FGD ini sebagai upaya akselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, sebagai prasyarat akselerasi digital, sehingga memacu pembangunan infrastruktur telekomunikasi di wilayah 3T agar kedapannya lebih baik khususnya di wilayah Sorong Papua Barat.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Peneliti, Suka Widodo, kepada Sorongnews.com usai melaksanakan FGD kajian transformasi pada fasilitas infrastruktur TIK BAKTI di wilayah 3T, Selasa siang (18/10/22).

“Jadi, ini dalam rangka riset terkait transformasi digital berkaitan dengan fasilitas yang telah dibangun melalui program BAKTI Kominfo. Ini merupakan kegiatan Puskakom Surabaya yang mendapatkan tugas langsung dari Kominfo,” kata Suko Widodo.

Tak hanya itu, melalui pelaksanaan FGD ini pihaknya ingin mendapatkan berbagai informasi secara mendalam dari segi sarana dan prasarana guna menjangkau kebutuhan di wilayah 3T termasuk daerah Sorong.

“Kami ingin tau dari aspek peralatan apakah telah menjangkau kebutuhan daerah Sorong yang termasuk wilayah 3T ini, serta mengetahui kendala yang dihadapi masyarakat itu sendiri,” sebutnya.

Lebih lanjut, Pakar Komunikasi Politik sekaligus Dosen Komunikasi Universitas Airlangga ini menyampaikan pihaknya ingin memahami secara utuh dan lebih dekat apa yang diinginkan oleh berbagai elemen masyarakat, perihal pembangunan infrastruktur hulu yang dikerjakan BAKTI Kominfo, diantaranya serat optik, base transceiver station (BTS), hingga mengarah kepada infrastruktur hilir seperti pusat data untuk cloud computing termasuk pusat data pemerintah.

“Dari hasil sementara, melalui survei kepada masyarakat, hasil wawancara hingga FGD kepada seluruh komponen itu, kami menarik beberapa poin kesimpulan, diantaranya bahwa terjadi perubahan signifikan terhadap akses internet, kalau dulu susah, sekarang sudah jauh lebih baik, meskipun terdapat beberapa tempat blank spot dan belum terakses internet secara baik. Selain itu, ada kekhawatiran dari sejumlah pihak bahwa penggunaan internet ini dikhawatirkan tidak dapat mengendalikan dari aspek negatif, oleh karena itu, rekomendasi dan usulan adanya pendampingan literasi, serta menambah titik kumpul masyarakat untuk mengakses Wi-Fi secara gratis, hal itu yang diharapkan,” jelasnya.

Pihaknya akan mengusulkan kepada BAKTI Kominfo RI untuk menyusun kekuatan penuh dalam mewujudkan pendidikan literasi, dan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk masyarakat secara total.

“Saya melihat, Sorong membutuhkan sekali, harus ada percepatan akses internet, dan disertai dengan pendidikan literasi, dengan begitu, teknologi yang dihadirkan memberikan manfaat kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sorong, Eliaser Kalami mengatakan bahwa jaringan internet ini dinilainya menjadi kebutuhan semua komponen. Adanya kegiatan FGD ini dapat memberikan masukan kepada pihak terkait agar kedepannya lebih baik lagi.

“Untuk di Kabupaten Sorong sendiri telah ada 181 BTS yang telah terpasang sejak tahun 2019 hingga tahun ini, terkait program lainnya, saat ini kami masih berharap dengan adanya BTS, dikarenakan dengan BTS ini dapat bmenjangkau 3T,” kata Kadis Kominfo Kabupaten Sorong.

Ia juga menyampaikan, kedepan pihaknya akan menghadirkan program unggulan lainnya guna mendukung terciptanya akses internet dalam menjangkau seluruh wilayah, sehingga dapat semakin dekat dan terjangkau.

“Kami dari Kominfo Kabupaten Sorong sangat mendukung kegiatan ini, karena melalui kegiatan ini, kami semua telah menyampaikan masalah yang ada, sehingga tim peneliti dapat mengkaji kendala yang dihadapi didaerah. Terkait jaringan internet membutuhkan anggaran yang besar, sehingga membutuhkan sokongan dana dari pemerintah pusat hingga daerah,” bebernya.

Berdasarkan pantauan Sorongnews.com, puluhan peserta FGD ini terlihat antusias dan semarak dengan menghadirkan berbagai pertanyaan, gagasan, harapan dan bentuk permasalahan terkait akselerasi pembangunan infrastruktur telekomunikasi, hal ini direspon tim peneliti yang berkesempatan hadir dalam pelaksanaan kegiatan FGD itu dalam mencari jalan tengah terkait berbagai permasalahan yang dihadapi.

Hadir dalam pelaksanaan FGD diantaranya, Kadis Kominfo Kabupaten Sorong, unsur TNI-Polri, Papua Muda Inspiratif Kota Sorong, Petani Milenial Kabupaten Sorong, Komunitas Lintas Agama, Pegiat Lingkungan, Pegiat Literasi, Pemuda jemaat GKI, Remaja Masjid, Unsur Kesehatan, Pelaku UMKM, Pengrajin Noken, Pengrajin Daur Ulang Sampah Plastik, Mahasiswa hingga Jurnalis. (Jharu)

Komentar